Senin, 13 Juni 2022

Pengertian Persediaan (skripsi, tesis dan disertasi)

Persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk digunakan dalam proses produksi atau perakitan, untuk dijual kembali, atau untuk suku cadang dari suatu peralatan atau mesin. Persediaan dapat berupa bahan mentah, bahan pembantu, barang dalam proses, barang jadi, ataupun suku cadang. Sebagai salah satu asetpenting dalam perusahaan, karena biasanya mempunyai nilai yang cukup besar dan mempunyai pengaruh terhadap besar kecilnya biaya operasi, maka perencanaan dan pengendalian persediaan merupakan suatu kegiatan penting yang mendapat perhatian khusus dari manajemen perusahaan (Eddy Herjanto 1997:167) Pada prinsipnya, inventori adalah suatu sumber daya menganggur (idle resources) yang keberadaannya menunggu proses lebih lanjut. Yang dimaksud dengan proses lebih lanjut di sini dapat berupa kegiatan produksi seperti dijumpai pada sistem manufaktur, kegiatan pemasaran seperti yang dijumpai pada sistem distribusi, ataupun kegiatan konsumsi seperti dijumpai pada sistem rumah tangga, perkantoran, dan sebagainya. Sebagai sumber daya menganggur, menurut Monden (1983) yang dikutip dari (Senator Nur Bahagia 2006 : 7), keberadaan inventori dapat dipandang sebagai pemborosan (waste) dan ini berarti beban bagi suatu unit usaha dalam bentuk ongkos yang lebih tinggi. Oleh karena itu, keberadaannya perlu di eliminasi. Bila tidak mungkin untuk di eliminasi, keberadaannya harus diminimalkan dengan tetap menjamin kelancaran pemenuhan permintaan pemakainya. Idealnya adalah tidak perlu ada inventori, tapi semua kebutuhan pemakai tetap dapat dipenuhi pada saat diperlukan. Namun, di sisi lain jika inventori tersebut tidak tersedia atau tersedia dalam jumlah yang sangat sedikit dan tidak memadai, peluang terjadinya kekurangan inventori (inventori shortage) pada saat diperlukan akan semakin besar. Akibatnya, kebutuhan pemakaian tidak dapat dipenuhi sehingga akan terjadi ketidakpuasan di sisi pemakai yang makin besar pula. Hal ini berarti akan mengakibatkan kerugian bagi pihak pengelola maupun pihak pemakai sebab pemakai yang tidak puas dapat lari ke sistem usaha yang lain. Dengan demikian keberadaan inventori khususnya dalam suatu unit usaha perlu diatur sedemikian rupa sehingga kelancaran pemenuhan kebutuhan pemakai dapat dijamin, tetapi ongkos yang ditimbulkan sekecil mungkin. Setiap bagian dalam perusahaan dapat memandang persediaan dari berbagai sisi yang berbeda. Bagian pemasaran, misalnya, menghendaki tingkat persediaan yang tinggi agar dapat melayani permintaan pelanggan sebaik mungkin. Bagian pembelian cenderung untuk membeli barang dalam jumlah yang besar dengan tujuan untuk memperoleh diskon sehingga harga per unitnya menjadi lebih rendah dan biaya pengangkutan per unit yang lebih rendah pula. Demikian pula bagian produksi, menghendaki tingkat persediaan yang besar untuk mencegah terhentinya produksi karena kekurangan bahan. Di pihak lain, bagian keuangan memilih untuk memiliki persediaan yang serendah mungkin agar dapat memperkecil investasi dalam persediaan dan biaya pergudangan. Mengatur persediaan yang tepat bukan hal yang mudah. Apabila jumlah persediaan terlalu besar maka dapat mengakibatkan timbulnya biaya persediaan yang besar. Namun bila persediaan terlalu sedikit dapat mengakibatkan risiko terjadinya kekurangan persediaan (stock-out) yang dapat menyebabkan terhentinya proses produksi, tertundanya keuntungan atau bahkan dapat mengakibatkan hilangnya pelanggan. Sebagaimana keputusan manajemen operasi yang lain, kebijaksanaan yang paling efektif adalah mencapai keseimbangan di antara berbagai kepentingan dalam perusahaan. Pengendalian persediaan harus dilakukan sedemikian rupa agar dapat melayani kebutuhan bahan/barang dengan tepat dan dengan biaya yang rendah. Pada pokoknya, persediaan merupakan sumber daya ekonomi yang perlu diadakan dan disimpan untuk menunjang penyelesaian pengerjaan satu produk. Sumber daya ekonomi tersebut dapat berupa kapasitas produksi, tenaga kerja, tenaga ahli, modal kerja, waktu yang tersedia, dan bahan baku, serta dan bahan penolong. Namun demikian, dalam kajian yang dilakukan sekarang, sediaan dibatasi pada material, produk yang sedang dalam proses pengerjaan, dan barang jadi. Dengan demikian, persediaan (inventory) adalah sumber daya ekonomi fisik yang perlu diadakan dan pelihara untuk menunjang kelancara produksi, meliputi bahan baku (raw material), produk jadi (finis Products), komponen rakitan (component), bahan pembantu (subtance material), dan barang sedang dalam proses pengerjaan (working in process inventory). Pengendalian persediaan independen berkaitan dengan pengendalian persediaan dalam bentuk produk akhir (finish Products). Permintaan terhadap persediaan bersifat independen dan dapat di estimasi, dengan teknik dan metode peramalan. Permintaan independen yang dimaksud mencerminkan respons
pasar atas keluaran akhir (finish Products), sebuah perusahaan. Pada umumnya, pengendalian independen dipergunakan oleh perusahaan dagang untuk merencanakan dan mengendalikan sediaan barang dagangannya. Namun demikian, pengendalian persediaan independen juga dapat diterapkan pada perusahaan manufaktur yang mempergunakan satu jenis bahan baku. Misalnya, pada perusahaan pabrik minyak sawit, pabrik minyak kelapa, pabrik gula tebu, pabrik gulabit dan pabrik terigu. Pabrik minyak sawit hanya memerlukan satu jenis bahan baku, yaitu biji sawit. Pabrik minyak kelapa hanya memerlukan bahan baku kopra, pabrik terigu hanya memerlukan bahan baku biji gandum dan bulgur, pabrik gula tebu hanya memerlukan bahan baku tebu dan pabrik gulabit hanya memerlukan bahan baku bitgula. Karena hanya mengolah satu jenis bahan baku, maka optimalisasi sediaan dimaksud tidak tergantung pada bahan baku lainnya. Dengan demikian, layak mempergunakan model pengendalian persediaan independen. Di samping itu penggunaannya pada perusahaan manufaktur ditunjukkan untuk membuat prediksi atas volume produk yang harus dibuat guna menjawab permintaan pasar secara memuaskan. Dari hasil pendugaan atas volume produk akhir yang harus disediakan, manajemen yang bertanggung jawab dapat menetapkan jumlah setiap jenis item bahan atau komponen yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pengerjaan produk yang bersangkutan

Tidak ada komentar: