Simons (Adhitama dan Aulia, 2017:39) berpendapat bahwa sistem ini dibuat untuk mendorong karyawan bekerja dengan lebih baik dan menyelaraskan perilaku mereka dengan tujuan-tujuan organisasi.Sistem ini mencoba mendorong motivasi bekerja karyawan dengan sistem umpan balik yang dilakukan secara formal dan aktif dalam memantau kinerja organisasi. Menurut IAI (2015:85) diagnostic control sytemsadalah sistem yang lebih berfokus kepada pencapaian hasil dari strategi yang selama ini dijalankan oleh perusahaan. Strategiini tentu saja terkait dengan visi perusahaan. Visi adalahpedoman dan pengendali bagi sebuah perusahaan agar mampu berjalan dengan baik dalam satu arah pencapaian hasil. Oleh karena itu visi dari sebuah perusahaan harus bisa dengan mudah dimengerti oleh setiap orang yang ada di organisasi demi kemudahan dalam pencapaian tujuan bersama. Menurut Niven (IAI, 2015: 85) pernyataan visi yang baik sebaiknya: (a) tidak bertele-tele (concise), (b) tidak
memihak (appeal to stakeholders), (c) konsisten dengan misi dan nilai perusahaan, (d) dapat di buktikan (verifiable), (e) dapat dicapai (feasible), dan (f) Inspirasional.Diagnostic control systemadalah sistem yang digunakan oleh manajer puncakdalam mengimplementasikan strategi yang telah disusun dan melihat target kinerja yang tela dicapai.Dengan demikian,perusahaan mampumendorong kinerja yang kurang baik menjadi lebih baik. Salah satu cara yang dapat diberikan ialahmotivasi kepada karyawan secara formal dengan sistem umpan balik yang disebut reward dan sanksiyang berguna sebagai pengendali dalam mencapai tujuan perusahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar