Kamis, 09 Juni 2022

Balanced Scorecard untuk Organisasi Sektor Publik dan Nirlaba (skripsi, tesis, dan disertasi)


Saat ini organisasi publik dan nirlaba menghadapi tantangan yang
lebih tinggi untuk membawa misi penting mereka. Meningkatnya perhatian
publik menyebabkan naiknya permintaan akan akuntabilitas, transparansi,
dan donasi yang digunakan untuk mencapai kesuksesan, namun masih
belum terpenuhi secara maksimal. Seiring berjalannya waktu, peningkatan
produktivitas, kinerja, dan implementasi strategi akan ditransformasikan dari
sektorprivat ke setiap organisasi sektor publik.
Di era globalisasi, organisasi nirlaba turut terpengaruh oleh arus
modernisasi. Seperti contoh salah satu organisasi nirlaba yaitu dalam
penelitianya kartika wulandari ini menggunakan metode Balance Scorecard
dalam pengukuran kinerja di SMAN 1 Lawang. Hasil yang di peroleh
setelah menggunakan metode Balance Scorecard adalah sasaran strategis
dari empat prespektif mengalami peningkatan. Pada Balanced Scorecard
yang digunakan oleh organisasi publik, semua pengukuran mengacu pada
kinerja keuangan. Meningkatkan nilai saham adalah hal utama yang
diusahakan oleh unit bisnis untuk memenuhi harapan pemangku
kepentingan. Hal ini tidak dapatditerapkan pada organisasi sektor publik.
Organisasi sektor publik dibentuk untuk tujuan yanglebih tinggi. Tidak
mudah bagi organisasi sektor publik untuk mencapai tujuan yang ada
padaBalanced Scorecard. Hal ini dikarenakan organisasi tidak memiliki
kontrol secara menyeluruhterhadap misi yang telah ditentukan. Namun hal
tersebut tidak membuat organisasi sektor publikberhenti untuk mencapai
misi tersebut. Pada organisasi sektor publik, strategi tetaplah menjadiinti
dari sistem Balanced Scorecard.
Strategi merupakan rencana untuk mencapai kesuksesandan
kerangka yang harus diukur pencapaian kinerjanya. Organisasi sektor publik
dan nirlabasering mengadapi kesulitan dalam mengelola strategi yang jelas
dan ringkas.Strategi merupakanprioritas yang harus dikejar untuk meraih
misi. Prioritas tersebut haruslah konsisten dengansituasi yang ada dan cocok
dalam usaha merespon adanya tantangan dan kesempatan. Sekaliorganisasi 
mengembangkan strategi, Balanced Scorecard akan menjadi instrumen
untukimplementasi strategi yang efektif (Niven 2008)
Balanced Scorecard yang digunakan pada organisasi publik dengan
organisasi nirlaba adalah peletakan misi di puncak kerangka kerja.
Selanjutnya, yang berada di bawah pernyataan misi adalah perspektif
pelanggan, bukan perspektif keuangan. Pencapaian misi tidak harus
bersamaan dengan tanggung jawab keuangan, namun organisasi harus
menentukan siapa yang menjadi tujuan dari pelayanan dan bagaimana
permintaan mereka dapat terpenuhi (Niven 2008). Hal ini disebabkan karena
visi pada organisasi nirlaba pada umumnya berkenaan dengan pemenuhan
layanan kepada pelanggan, bukan pemenuhan target finansial dari suatu
organisasi.
Dalam Panduan Pengelolaan Kinerja Berbasis Balanced Scorecard
di Lingkungan Kementerian Keuangan, disebutkan bahwa organisasi perlu
untuk mencari kata kunci yang terdapat pada visi dan misi. Kata kunci
tersebut diterjemahkan dalam sejumlah sasaran strategis. Sasaran strategis
merupakan sasaran-sasaran yang bersifat penting dan memperoleh prioritas
tinggi dari jajaran manajemen. Berdasarkan pengertian tersebut,
dapatdisimpulkan bahwa sasaran strategis dari keempat perspektif pada
Balanced Scorecard merupakan turunan dari visi misi organisasi.
Kaplan (1999) menyatakan bahwa perspektif keuangan pada
organisasi nirlaba tidakdapat dijadikan sasaran strategis, namun sekedar
sebagai pembatas dalam pelaksanaan aktivitaskeuangan. Kesuksesan
organisasi nirlaba tidak dapat diukur dari seberapa jauh anggaran
terserapatau seberapa kecil pengeluaran yang dilakukan. Bagi organisasi
nirlaba, perspektif keuanganbukanlah indikator yang relevan untuk
mengukur pencapaian pelaksanaan aktivitas organisasi

Tidak ada komentar: