Rabu, 11 Mei 2022

Teori yang Mendukung Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan Group Investigation (skripsi tesis dan disertasi)

Menurut Isjoni (2013:51) Terdapat berbagai teori dalam mempelajari pembelajaran kooperatif, adalah sebagai berikut:1.Teori AusubelMenurut Ausubel dalam Isjoni (2013:51) “Pembelajaran bermakna merupakan suatu proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapatdalam struktur kognitif seseorang. Struktur kognitif adalah fakta-fakta, konsep-konsep dan generalisasi-generalisasi yang telah dipelajari dan diingat peserta didik. Pemecahan masalah yang cocok adalah lebih bermanfaat bagi peserta
didikdan merupakan strategi yang efisien dalam pembelajaran. Kekuatan dan kebermaknaanproses pembelajaran pada peserta didik terletak pada peran peserta didikdalam kelompoknya dan peserta didikjuga dibebaskan untuk membangun pengetahuannya sendiri”.2.Teori PiagetMenurut Piaget dalam Isjoni (2013:51) “Setiap individu mengalami tingkat-tingkat perkembangan intelektual sebagai berikut:a)Sensoni motor (0-2 tahun)b)Pra oprasional (2-7 tahun)c)Operasional konkret (7-11 tahun)d)Operasional formal (11 tahun keatas)Hubungannya dengan pembelajaran, teori ini mengacu kepada kegiatan pembelajaran yang harus melibatkan partisipasi peserta didik. Menurut teori ini pengetahuna tidak hanya sekedar dipindahkan secara verbal tetapi harus dikonstruksikan dan direkonstruksi peserta didik. Realisasi teori ini, kegiatan pembelajaran harus aktif dan pembelajaran kooperatif merupakan sebuah model pembelajaran yang aktif dan partisipatif”.3.Teori Vygotsky
 
 
25Menurut Vygotsky dalam Isjoni (2013:51) “Mengemukakan pembelajaran merupakan suatu perkembangan pengertian. Ia membedakan dua pengertian yang spontan dan ilmiah. Pengertian spontan adalah pengertian yang didapatkan dari pengalaman anaksehari-hari. Pengertian ilmiah adalah pengertian yang didapat dari ruangan kelas, atau yang diperoleh dan pelajaran sekolah. Dalam teori ini, penekanan pada bakat sosiokultural dalam pembelajaran. Ada dua tingkatan dalam hal ini yaitu tingkatan perkembangan dan potensial. Tingkat perkembangan adalah kemampuan pemecahan masalah dengan dibimbing oleh orang dewasa melalui kerja sama dengan teman sebaya yang lebih mampu. Tingkat perkembangan potensial dapat disalurkan melalui model pembelajaran kooperatif”.Berdasarkan teori di atas dapat disimpulkan pendukung teori pembelajaran kooperatif merupakan kontruktivisme dan teori-teori lainnya seperti kognitif. Yang pada intinya membangun pola fikir dan pengetahuan, menemukan konsep-konsep serta kemampuan berpikir kreatif peserta didik, mengedepankan pembelajaran yang aktif dengan demikian potensi yang ada dalam diri peserta didikberkembang

Tidak ada komentar: