Teori akuntansi positif menggunakan teori keagenan untuk menjelaskan
dan memprediksi pilihan kebijakan akuntansi oleh manajer. Teori akuntansi
positif yang diformulasikan oleh Watts dan Zimmerman (1986) telah
memprediksi tiga hipotesis yang mendorong perusahaan untuk melakukan
manajemen laba, yaitu:
1. The bonus plan hypothesis
Manajer perusahaan yang memiliki program bonus yang terkait dengan
angka-angka akuntansi cenderung untuk memilih prosedur akuntansi yang
menggeser reported earnings dari future period ke current period
(menaikkan laba yang dilaporkan sekarang), ceteris paribus. 2. The debt covenant hypothesis
Perusahaan yang semakin mendekati pelanggaran debt covenant (perjanjian
kontrak hutang) cenderung untuk memilih prosedur akuntansi yang
menggeser reported earnings dari future periods ke current period
(menaikkan laba yang dilaporkan sekarang), ceteris paribus.
3. The political cost hypothesis
Semakin besar political cost yang dihadapi suatu perusahaan, maka manajer
cenderung untuk memilih prosedur akuntansi yang menangguhkan reported
earnings dari current ke future period (menurunkan laba yang dilaporkan
sekarang), ceteris paribus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar