Menurut K.R Subramanyam dan John J. Wild yang diterjemahkan oleh
Dewi Yanti (2014:131) mencatat ada 3 (tiga) motivasi yang dapat memicu
manajer melakukan manajemen laba. Ketiga motivasi tersebut adalah sebagai
berikut:
1. Insentif Perjanjian.
2. Dampak Harga Saham.
3. Intensitas Lain.
Dari kutipan diatas dapat dijelaskan ketiga motivasi manajemen laba
sebagai berikut:
1. Insentif Perjanjian
Banyak perjanjian yang menggunakan angka akuntansi. Misalnya
perjanjian kompensasi manajer biasanya mencakup bonus berdasarkan
laba. Perjanjian bonus biasanya memiliki batas atas dan bawah, artinya
manajer tidak mendapat bonus jika laba bersih rendah dari batas atas. Hal
ini berarti manajer memiliki insentif untuk meingkatkan atau mengurangi
laba berdasarkan tingkat laba yang belum diubah terkait dengan batas atas
dan bawah ini. Jika laba yanng belum diubah berada diantara batas atas
dan bawah, manajer memiliki insentif untuk menurunkan laba dan
membuat cadangan untuk bonus masa depan.
2. Dampak Harga Saham
Manajer dapat meningkatkan laba untuk menaikkan harga saham
perusahaan. Manajer juga dapat melakukan perataan laba untuk
menurunkan persepsi pasar akan resiko dan menurunkan biaya modal
3. Insentif Lain
Terdapat beberapa alasan manajemen laba lainnya. Laba seringkali
diturunkan untuk menghindari biaya politik dan penelitian yang dilakukan
badan pemerintah misalnya untuk ketaatan undang-undang antimonopoly. Selain itu, perusahaan dapat menurunkan laba untuk memperoleh
keuntungan dari pemerintah misalnya subsidi atau proteksi dari persaingan
- persaingan. Perusahaan juga menurunkan laba untuk mengelakkan
permintaan serikat buruh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar