Senin, 16 Mei 2022

Motivasi Manajemen Laba (skripsi tesis dan disertasi)

 Menurut K.R Subramanyam dan John J. Wild yang diterjemahkan oleh Dewi Yanti (2014:131) mencatat ada 3 (tiga) motivasi yang dapat memicu manajer melakukan manajemen laba. Ketiga motivasi tersebut adalah sebagai berikut: 1. Insentif Perjanjian. 2. Dampak Harga Saham. 3. Intensitas Lain. Dari kutipan diatas dapat dijelaskan ketiga motivasi manajemen laba sebagai berikut: 1. Insentif Perjanjian Banyak perjanjian yang menggunakan angka akuntansi. Misalnya perjanjian kompensasi manajer biasanya mencakup bonus berdasarkan laba. Perjanjian bonus biasanya memiliki batas atas dan bawah, artinya manajer tidak mendapat bonus jika laba bersih rendah dari batas atas. Hal ini berarti manajer memiliki insentif untuk meingkatkan atau mengurangi laba berdasarkan tingkat laba yang belum diubah terkait dengan batas atas dan bawah ini. Jika laba yanng belum diubah berada diantara batas atas dan bawah, manajer memiliki insentif untuk menurunkan laba dan membuat cadangan untuk bonus masa depan. 2. Dampak Harga Saham Manajer dapat meningkatkan laba untuk menaikkan harga saham perusahaan. Manajer juga dapat melakukan perataan laba untuk menurunkan persepsi pasar akan resiko dan menurunkan biaya modal 3. Insentif Lain Terdapat beberapa alasan manajemen laba lainnya. Laba seringkali diturunkan untuk menghindari biaya politik dan penelitian yang dilakukan badan pemerintah misalnya untuk ketaatan undang-undang antimonopoly.  Selain itu, perusahaan dapat menurunkan laba untuk memperoleh keuntungan dari pemerintah misalnya subsidi atau proteksi dari persaingan - persaingan. Perusahaan juga menurunkan laba untuk mengelakkan permintaan serikat buruh.

Tidak ada komentar: