Aspek-aspek yang terkandung dalam kecerdasan menghadapi rintanganadalah kendali, daya tahan, jangkauan dan kepemilikan(Olila, 2012). Stoltz (2000)menyatakan bahwa kecerdasan menghadapi rintanganseseorang terdiri daridimensiKendali/control(C),kepemilikan/originand ownership(O2), daya jangkauan /reach(R) dandaya tahan/Endurance(E). Keempat dimensiiniyang membangunkonsep kecerdasan menghadapi rintangan.Berikut penjelasan dari keempat dimensi tersebut.a.Kendali/control(C)Kendali berkaitan dengan seberapa besar orang merasa mampu mengendalikan kesulitan-kesulitan yang dihadapinya dan sejauh mana individu merasakan bahwa kendali itu ikut berperan dalam peristiwa yang menimbulkan kesulitan.Semakin besar kendali yang dimiliki semakin besar kemungkinan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan dan tetap teguh dalam niat serta ulet dalam mencari penyelesaian.Demikian sebaliknya, jika semakin rendah kendali, akibatnya seseorang menjadi tidak berdaya menghadapi kesulitan dan mudah menyerah.b.Kepemilikan/origin and ownership (O2)Kepemilikan atau dalam istilah lain disebut dengan asal-usul dan pengakuan akan mempertanyakan siapa atau apa yang menimbulkan kesulitan dan sejauh mana seorang individu menganggap dirinya mempengaruhi dirinya sendiri sebagai penyebab asal-usul kesulitan. Orang yang skor origin(asal-usulnya) rendah akan cenderung berpikirbahwa semua kegagalanatau permasalahan yang datang itu karena
kesalahan,kecerobohan, atau kebodohan dirinya sendiri serta membuat perasaan dan pikiran merusak semangatnya.c.Jangkauan/reach (R)Jangkauan merupakan bagian dari kecerdasan menghadapi rintanganyangmempertanyakan sejauh manakah kesulitan akan menjangkau bagian lain dari individu. Reachjuga berarti sejauh mana kesulitan yang ada akan menjangkau bagian-bagian lain dari kehidupan seseorang. Reachatau jangkauan menunjukkan kemampuan dalam melakukan penilaian tentang beban kerja yang menimbulkan setres.Semakin tinggi jangkauan seseorang, semakin besar kemungkinannya dalam merespon kesulitan sebagai sesuatu yang spesifik dan terbatas. Semakin efektif dalam menahan atau membatasi jangkauan kegagalan dan kesulitan, maka seseorang akan lebih berdaya dan perasaan putus asa atau kurang mampu membedakan hal-hal yang relevan dengan kesulitan yang ada, sehingga ketika memiliki masalah disatu bidang dia tidak harus merasa mengalami kesulitan untuk seluruh aspek kehidupan individ tersebut.d.Daya tahan/ Endurance(E)Dimensi ini lebih berkaitan dengan persepsi seseorang akan lama atau tidaknya kesulitan akan berlangsung. Daya tahan dapat menimbulkan penilaian tentang situasi yang baik atau buruk.Seseorang yang mempunyai daya tahan yang tinggi akan memiliki harapan dan sikap optimis dalam mengatasi kesulitan atau tantangan yang sedang dihadapi. Semakin tinggi daya tahan yang dimiliki oleh individu, maka semakin besar kemungkinan seseorang dalam memandang kesuksesan sebagai sesuatu hal yang bersifat
sementara dan orang yang mempunyai kecerdasan menghadapi rintanganyang rendah akan menganggap bahwa kegagalan dan kesulitan yang sedang dihadapi adalah sesuatu yang bersifat abadi, dan sulit untuk diperbaiki.Empatdimensidiatasadalahyangmendasariseseorangdalam menentukantingkatkecerdasan dalam menghadapi rintangan,karenayang menentukanseseorangdalammenaruhharapandanterusmemegangkendali dalam situasi yang sulit(Stoltz 2000), yang meliputi kendali/control,daya tahan/endurance, jangkauan/reachdan kepemilikan/orgin and ownership.Kecerdasanmenghadapirintangandalam penelitian ini diukur dengan menggunakanskalakecerdasan yang disusun dari komponen Kendali/control(C),kepemilikan/originand ownership(O2), daya jangkauan /reach(R) dandaya tahan/Endurance(E). Komponen ini akan dijadikan konstruk dalam pembuatan skala kecerdasan kecerdasan menghadapi rintangandalam penelitian ini. Semakin tinggi skor skala kecerdasan kecerdasan menghadapirintangansiswa menunjukan semakin tinggi kemampuan individu dalam merespon kesulitan yang dihadapinya. Semakin rendah skor skala kecerdasan menghadapi rintangansiswa menunjukan semakin rendah kemampuan individu dalam merespon kesulitan yang dihadapi (Stoltz, 2000).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar