Menurut Damayanti (2010), Uang yang beredar merupakan
kewajiban sistem moneter terhadap sektor swasta domestik atau
masyarakat, yang terdiri dari uang kartal (currency), uang giral (demand
deposit), dan uang kuasi (quasi money). Uang kartal dan uang giral dapat
digunakan secara langsung oleh masyarakat untuk melakukan
pembayaran tunai, sedangkan uang kuasi adalah yang disimpan dalam
rekening tabungan dan deposito berjangka atau bank simpanan yang
tidak bisa ditarik sewaktu-waktu.
Masyarakat pada umumnya lebih mengenal masalah uang kartal
sebagai uang tunai yang terdiri dari uang kertas dan uang logam.
Sementara contoh uang giral adalah cek dan bilyet giro. Sedangkan uang
kuasi meliputi :
• Tabungan (saving deposit) adalah simpanan yang penarikannya
hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati,
tetapi tidak dapat ditarik dengan cek atau alat yang dapat
dipersamakan dengan itu. (Uang sepenuhnya tidak likuid).
• Deposito berjangka (time deposit) adalah simpanan yang
penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu
menurut perjanjian. (Uang yang kehilangan untuk sementara
fungsinya sebagai alat tukar).
• Rekening valuta asing milik swasta domestik (Aktiva yang hanya
dapat memenuhi fungsi uang sebagai penyimpan daya beli).
Jumat, 15 April 2022
Jumlah Uang Beredar (skripsi tesis dan disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar