Sebagai konsekuensi adanya berbagai macam variasi bauran penawaran barang dan jasa, maka sulit untuk mengenali bila tidak melakukan pembedaan lebih lanjut, Lovelock [1987] mengklasifikasikan jasa berdasarkan Tujuh kriteria, yaitu:
- Segmen Pasar
- Konsumen akhir, misalnya asuransi jiwa dan pendidikan.
- Konsumen organisasi, misalnya jasa konsultan manajemen dan hukum.
- Tingkat keberwujudan
- Rented goods service, konsumen menyewa dan menggunakan produk-produk tertentu berdasarkan tarif tertentu selama jangka waktu tertentu pula, misalnya penyewaan mobil, apartemen.
- Owned good service, produk-produk yang memiliki konsumen direparasi, dikembangkan atau ditingkatkan unjuk kerjanya, atau dirawat perusahaan jasa, misalnya reparasi, pencucian mobil, dan pencucian pakaian.
- Non goods service, jasa personal bersifat intangible ditawarkan kepada pelanggan, misalnya, sopir, dosen, dan ahli kecantikan.
- Keterampilan penyedia jasa
- Profesional service, misalnya konsultan manajemen, pajak, atau dokter.
- Non profesional service, misalnya sopir taksi dan penjaga malam.
- Tujuan organisasi
- Profit service, misalnya jasa transportasi dan perbankan.
- Non profit service, misalnya yayasan, perpustakaan, dan museum.
- Regulasi
- Regulated service, misalnya pialang dan perbankan.
- Non regulated service, misalnya usaha catering.
- Tingkat intensitas karyawan
- Equipment based service, serperti ATM.
- People based service, seperti pelatih olah raga.
- Tingkat kontak penyedia jasa dengan pelanggan
Semakin banyak kontak dan berkomunikasi, maka penyedia jasa akan semakin mengenali perilaku konsumen dan konsumen pun akan loyal kepada perusahaan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar