Dalam melakukan penilaian kinerja, sangat memungkinkan terjadi bias yang berasal dari sistematika pengukuran kinerja maupun dari pihak penilai. Berikut ini adalah beberapa bias yang mungkin muncul dalam penilaian kinerja.
- Leniency, Severity dan Tendensi sentral
Rater terkadang membuat asumsi sendiri mengenai ratee, sehingga ada kecenderungan untuk menilai longgar, kecenderungan untuk menilai secara ketat dan kecenderungan menilai karyawan sedang-sedang saja. Kecenderungan-kecenderungan ini dapat di kontrol dengan beberapa cara yaitu, (1) mengalokasikan peringkat kedalam forced distibution; (2) meminta supervisor menggunakan metode rank-order dalam melakukan penilaian.
- Hallo effect
Seorang karyawan yang dinilai tinggi atau rendah pada beberapa faktor yang spesifik disebabkan oleh kesan umum yang dimiliki atasan terhadap dirinya diatas keseluruhan kinerjanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar