Rabu, 09 Februari 2022

validitas dan Reliabilitas penilai (rater) (skripsi tesis)

 

      Walaupun unsur  subyektivitas dalam rating tidak dapat dihindari namun validitas dan reliabilitas tetap dapat diusahakan. Menurut Ghiselt dan Brown (1955), validitas yang memadai dapat diperoleh dengan mengusahakan:

  1. Validitas sebagai fungsi dari keragaman perilaku kerja yang akan dinilai.penilaian merupakan prosedur untuk mengumpulkan pendapat seseorang tentang perilaku. Salah satu faktor yang berpengaruh pada validitas adalah kompleksitas keragaman perilaku yang akan dinilai. Semakin sesuai antara perilaku kerja dalanm tugas nyata dengan perilaku kerja yang digunakan sebagai faktor penilaian akan semakin valid rating tersebut.
  2. Validitas sebagai fungsi dari pengetahuan penilai (rater) pada perilaku kerja dinilai (ratee). Semakin akrab penilai dengan perilaku karakteristik orang yang akan dinilai, maka akan semakin banyak kesempatan untuk melakukan pengamatan sehingga akurat penilaiannya.
  3. Validitas sebagai fungsi dari bias penilai (rater). Meskipun dengan pengetahuan pada perilaku yang akan diukur (ratee) validitas penilaian tidak akan didapat apabila keputusan penilai dipengaruhi oleh bias perseorangan.
  4. Validitas sebagai fungsi tujuan penilaian. Untuk kepentingan apa penilaian terhadap individu dilakukan sehingga dapat mempengaruhi penilaian dalam menentukan penilaian.
  5. Validitas sebagai fungsi dari lamanya waktu yang tersedia dalam memberikan penilaisn. Untuk mencapai keakuratan dalam penilaian, penilai harus memiliki waktu yang terkumpul dan sistematis untuk menganalisis semua kesan, opini-opini, dan fakta-fakta yang dimiliki tentang para pekerjanya. Batas waktu yang singkat dapat menyababkan penilaian kurang akurat dalam menilai.
  6. Validitas sebagai fungsi dari karakteristik penilai (rater). Diharapkan penilai merupakan orang yang memiliki kualitas dan kriteria tertentu.

Tidak ada komentar: