Dalam konteks manajemen sumber daya manusia, Cascio (1998a) menyatakan bahwa tujuan penilaian kinerja adalah:
- Penilaian kinerja dijadikan dasar pembuatan keputusan organisasi, sebagai masukan dalam menetapkan sistem reward dan punishment.
- Penilaian kinerja dapat digunakan sebagai kriteria dalam penelitian mengenai human resources.
- Penilaian kinerja dapat digunakan dalam pengembangan dan pelatihan sumber daya manusia dalam organisasi.
- Hasil penilaian kinerja digunakan sebagai feedback untuk meningkatkan kinerja karyawan di masa depan.
- Penilaian kinerja dapat memfasilitasi proses pengembangan organisasi.
Sedangkan menurut pendapat Soeprihanto (1996), tujuan penilaian kinerja adalah sebagai berikut:
- Mengetahui keadaan keterampilan dan kemampuan setiap karyawan secara rutin.
- Sebagai dasar perencanaan bidang personalia, khususnya penyempurnaan kondisi kerja, peningkatan mutu dan hasil kerja.
- Sebagai dasar pengembangan dan pendayagunaan karyawan se-optimal mungkin sehingga dapat diarahkan jenjang kariernya, kenaikan pangkat dan kenaikan jabatan.
- Mendorong terciptanya hubungan timbal balik yang sehat antara atasan dan bawahan.
- Mengetahui kondisi organisasi secara keseluruhan dari bidang personalia khususnya prestasi kerja. Secara pribadi, bagi karyawan dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing sehingga dapat memacu perkembangannya. Sebaliknya bagi atasan yang menilai akan lebih memperhatikan dan mengenal bawahannya sehingga dapat memotivasi karyawan dalam bekerja.
- Hasil penilaian kinerja dapat bermanfaat bagi penelitian dan pengembangan dalam bidang personalia secara keseluruhan.
Berdasarkan uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa penilaian kinerja berguna untuk pengembangan organisasi dan pribadi karyawan. Untuk organisasi, penilaian kinerja berguna sebagai dasar perencanaan bidang personalia, sedangkan untuk karyawan sebagai dasar menentukan promosi, jabatan dan upah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar