Rabu, 12 Januari 2022

Kolam Retensi (Retension Basin) (skripsi dan tesis)


Seperti halnya bendungan, kolam penampungan (retention basin) berfungsi
untuk menyimpan sementara debit sungai sehingga puncak banjir dapat dikurangi,
retention berarti penyimpanan. Tingkat pengurangan banjir tergantung pada
karakteristik hidrograf banjir, volume kolam dan dinamika beberapa bangunan
outlet. Wilayah yang digunakan untuk kolam penampungan biasanya di daerah
dataran rendah atau rawa. Dengan perencanaan dan pelaksanaan tata guna lahan
yang baik, kolam penampungan dapat digunakan untuk pertanian. Untuk strategi
pengendali yang andal diperlukan :
- Pengontrolan yang memadai untuk menjamin ketepatan peramalan banjir.
- Peramalan banjir yang andal dan tepat waktu untuk perlindungan atau
evakuasi.
- Sistem drainase yang baik untuk mengosongkan air dari daerah tampungan
secepatnya setelah banjir reda.
Dengan manajemen yang tepat, penanggulagan sementara dapat berakibat
positif dari segi pertanian, seperti berikut ini:
- Melunakan tanah.
- Mencuci tanah dari unsur racun
- Mengendalikan lumpur yang kaya akan unsur hara
Selain Retention basin ada juga Detention basin dan Retarding basin.
Perbedaannya adalah sebagai berikut (Kodoatei, 2013) :
- Retention basin berarti menyimpan air dari suatu cekungan dan dibiarkan
sampai airnya habis karena infiltrasi atau pengupan sering disebut wet pond.
- Detention basin adalah menyimpan air di suatu cekungan saat banjir lalu
setelah hujan reda air dialirkan ke sungai sering disebut dry pond. 
- Retarding basin adalah menyimpan air saat banjir dan lebih dominan
penundaan (delay) air masuk ke sungai. Sehingga pada waktu hujan banjir
sungai bisa berkurang karena dibantu dengan retarding basin.

Tidak ada komentar: