Senin, 03 Januari 2022

Kepercayaan Merek (skripsi dan tesis)


Kepercayaan merek adalah harapan atau probabilitas tinggi bahwa merek
akan mengarah pada hasil positif bagi konsumen. Karena itu, perusahaan perlu
membangun dan mempertahankan kepercayaan konsumen untuk menciptakan
komitmen konsumen dari sekarang ke masa depan (Yusniar, Bahri dan Alfanda
2017).
Menurut Ballester and Aleman (dalam Afif,dkk 2015) “kepercayaan merek
didefinisikan sebagai harapan yang percaya diri tentang keandalan dan intensitas
merek”. Ballester dan Aleman (dalam Afif, dkk 2015) mengungkapkan bahwa
Keandalan merek atau kehandalan merek yang berdasarkan pada kepercayaan
konsumen, berarti bahwa produk tersebut mampu memenuhi nilai yang dijanjikan
atau dengan kata lain, persepsi merek dapat memenuhi kebutuhan dan memberikan
kepuasan. Keandalan merek adalah hal yang penting untuk penciptaan kepercayaan
terhadap merek karena kemampuan merek memenuhi nilai yang dijanjikan akan
masuk akal konsumen untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dalam hal ini,
kebutuhan mereka akan keluar ketika mereka merasa terancam.
Menurut Laniteri & Chiagouris (dalam Afif,dkk 2015) mengatakan bahwa
ada beberapa hal yang membuat ketidakpercayaan terhadap merek, dimana ada
beberapa konsumen yang lebih sinis terhadap merek, konsumen tersebut adalah
konsumen yang memiliki pengalaman buruk dengan terhadap merek tersebut, struktur
perusahaannya, kualitas produk yang tidak merata atau stabil, penurunan kualitas
merek, dan terlalu banyak pilihan ditawarkan oleh perusahaan.
Kepercayaan merek adalah diukur dengan tiga pernyataan berikut "Saya
percaya mereknya", "Merek ini aman" dan "Ini adalah merek yang jujur" (GeƧti &
Zengin dalam Afif,dkk 2015).
Menurut teori kepercayaan – komitmen Morgan dan Hunt (dalam Pasaribu,
2017) mengatakan bahwa “kepercayaan adalah variabel kunci dalam
mengembangkan keinginan yang tahan lama untuk terus mempertahankan hubungan
jangka panjang, dalam hal ini merek tertentu”. Sedangkan menurut Delgado (dalam
Pasaribu, 2017) mengatakan bahwa kepercayaan merek adalah harapan akan
kehandalan dan intensi baik merek.
Menurut Lau & Lee (dalam Anik dan Putri, 2014) ada 3 faktor yang
mempengaruhi kepercayaan terhadap merek (trust in brand). Ketiga faktor tersebut
adalah :
a. Karakteristik merek (brand characteristic) Brand characteristic
mempunyai peran yang sangat penting dalam menentukan pengambilan
keputusan konsumen untuk mempercayai suatu merek. Hal ini
disebabkan oleh konsumen melakukan penilaian sebelum membeli.
Karakteristik merek yang berkaitan dengan kepercayaan merek meliputi
dapat iramalkan, mempunyai reputasi, dan kompeten.
b. Karakteristik perusahan (company characteristic) Company
characteristic yang ada dibalik suatu merek juga dapat mempengaruhi
tingkat kepercayaan konsumen terhadap merek tersebut. Pengetahuan
konsumen tentang perusahaan yang ada dibalik merek suatu produk
merupakan dasar awal pemahaman konsumen terhadap merek suatu
produk. Karakteristik ini meliputi reputasi suatu perusahaan, motivasi
perusahaan yang diinginkan, dan integritas suatu perusahaan.
Karakteristik konsumen-merek (consumer-brand characteristic).
c. Consumer-brand characteristic merupakan merupakan dua kelompok
yang saling mempengaruhi. Oleh sebab itu, karakteristik konsumen –
merek dapat mempengaruhi kepercayaan terhadap merek. Karakteristik
ini meliputi kemiripan antara konsep emosional konsumen dengan
kepribadian merek, kesukaan terhadap merek, dan pengalaman terhadap
merek.

Tidak ada komentar: