Turnover intention adalah suatu keadaan di mana pekerja memiliki niat
atau kecenderungan yang dilakukan secara sadar untuk mencari suatu pekerjaan
lain sebagai alternatif di organisasi yang berbeda (Abdillah, 2012 dalam dalam
I Dewa Gede Dharma Putra dan I Wayan Mudiartha Utama, 2017:5118).
Turnover intention yang tinggi dapat berakibat buruk bagi organisasi seperti
menciptakan ketidakstabilan dan ketidakpastian terhadap kondisi tenaga kerja
yang ada serta tingginya biaya pengelolaan Sumber Daya Manusia seperti biaya
pelatihan yang sudah dilakukan pada karyawan sampai dengan biaya rekrutmen
dan pelatihan kembali (Sartika, 2014 dalam I Dewa Gede Dharma Putra dan I
Wayan Mudiartha Utama, 2017:5118).
Turnover intention adalah tingkat keluar masuknya karyawan dalam
suatu perusahaan. Berhentinya seorang karyawan dari tempat kerjanya
(Zeffane,2003:24-25 dalam farida elmi 2018). Turnover intention selalu
berhubungan dengan kepuasan kerja dan komitmen organisasional. Turnover
adalah proses dimana karyawan-karyawan meninggalkan organisasi dan harus
segera digantikan dan hal ini merupakan salah satu kerugian terbesar yang akan
dialami perusahaan ketika banyak karyawan yang meninggalkan
perusahaannya, apalagi karyawan yang keluar adalah karyawan yang berpotensi
(Robert L. Mathis dan John H. Jackson, 2004:125 dalam farida elmi 2018).
Turnover intention adalah kecenderungan atau niat karyawan untuk
berhenti bekerja dari pekerjaannya secara sukarela atau pindah dari satu tempat
kerja ke tempat kerja yang lain menurut pilihannya sendiri (Mobley et all, 1978
dalam Tika Nur Halimah et all, 2016). Turnover intention adalah kemungkinan
yang bersifat subyektif dimana seorang individu akan merubah pekerjaannya
dalam jangka waktu tertentu dan merupakan pelopor dasar kepada turnover
yang sebenarnya (Staffelbach, 2008 dalam Laksmi Sito Dwi Irvianti dan Renno
Eka Verina, 2015).
Turnover berdasarkan jenisnya dikelompokan dalam beberapa cara yang
berbeda. Setiap klasifikasi berikut dapat digunakan dan tidak terpisah satu sama
lain (Robert L. Mathis dan John H. Jackson, 2004:125 dalam farida elmi 2018).
1. Turnover secara tidak sukarela
Keluarnya karyawan akibat dari pemecatan karena kinerja yang
buruk dan pelanggaran peraturan kerja. Turnover secara tidak sukarela
dipicu oleh kebijakan organisasi, peraturan kerja dan standar kinerja yang
tidak dipenuhi oleh karyawan.
2. Turnover secara sukarela
Keluarnya karyawan yang dikarenakan keinginan sendiri (Turnover
Intenton). Turnover secara sukarela dapat disebabkan oleh banyak faktor,
termasuk peluang karir, gaji, pengawasan, geografi dan alasan pribadi atau
keluarga. Turnover sukarela juga tambah meningkat seiring dengn
bertambahnya ukuran organisasi, mungkin sekali dikarenakan semakin
perusahaan besar mempunyai lebih banyak karyawan yang mungkin keluar,
semakin perusahaan tersebut bersifat impersonal, begitu pula dengan
birokrasi yang ada didalam perusahaan tersebut.
Jumat, 08 Oktober 2021
Pengertian Turnover Intention (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar