Jumat, 08 Oktober 2021

Pengendalian Turnover Intention (skripsi dan tesis)


Perusahaan dapat mengendalikan tingkat turnover intention yang tinggi
dengan melakukan strategi retensi. Strategi ini merupakan cara bagaimana
perusahaan dapat mempertahankan karyawannya agar tidak keluar dari
perusahaan, bahkan dapat menciptakan rasa loyal pada karyawan itu sendiri.
Dessler (2013) mengemukakan mengenai retention strategy for reducing
voluntary turnover. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah mengidentifikasi
isu-isu yang terjadi. Dimulai dari hal itu, perusahaan dapat mengetahui apa yang
harus dilakukan untuk mempertahankan karyawannya. Kemudian menurut
Development Dimensions International (DDI) dan the employment firm Robert
Half International dalam Dessler (2013) menyarankan untuk membangun
program retensi diantaranya.
1. Selection
Retensi dimulai dari proses seleksi dengan memilih calon karyawan yang
tepat.
2. Professional growth
Program pelatihan dan pengembangan karir yang dipikirkan dengan baik
dapat memberikan insentif yang kuat bagi karyawan untuk tetap bertahan
perusahaan. Seperti yang dikatakan seorang ahli, para profesional yang
merasa perusahaannya peduli dengan perkembangan dan kemajuan,
mereka akan jauh lebih mungkin untuk bertahan pada perusahaan.
3. Provide career direction
Komunikasikan secara berkala mengenai karir dan prospek kepada
karyawan, dan membantunya untuk menyusun rencana karir yang
potensial.
4. Meaningful work and ownership of goals
Karyawan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka jika tidak tahu apa
yang harus dilakukan atau apa tujuannya. Oleh karena itu, bagian penting
dari mempertahankan karyawan adalah dengan memberikan kejelasan
mengenai apa saja yang menjadi tanggung jawab mereka.
5. Recognition and rewards
Karyawan membutuhkan pengakuan dan dihargai atas pekerjaan yang
dilakukannya dengan baik. Manajer dapat memberikan pujian atas hasil
pekerjaan karyawannya dan rewards berupa beasiswa pendidikan atau
bonus.
6. Culture and environment
Perusahaan yang sangat tegang dan politis bisa membuat karyawannya
keluar, sementara perusahaan yang membuat mereka merasa nyaman
mendorong mereka untuk tinggal.
7. Promote work-life balance
Dalam satu survei yang dilakukan oleh Robert Half dan careerbuilder.com,
mengidentifikasi pengaturan kerja yang fleksibel dan telecommuting
sebagai dua manfaat utama yang akan mendorong karyawan untuk
memilih satu pekerjaan atau pekerjaan lain.
8. Acknowledge achievements
Ketika karyawan merasa kurang dihargai, mereka cenderung keluar.
Survei menunjukkan bahwa pengakuan terhadap prestasi sering
merupakan hadiah non-moneter yang efektif.

Tidak ada komentar: