Menurut Grensing dalam Ridlo (2012:15) terdapat beberapa hal
dalam memerangi masalah tingginya tingkat keluar masuknya karyawan,
yaitu : mengevaluasi kembali praktek perekrutan karyawan, meyakinkan
diri bahwa perusahaan telah membuat kesempatan bagi promosi adil dan
dapat dimengerti dengan baik, membuka saluran komunikasi bagi
manajemen, meningkatkan penggunaan insentif non finansial dan
melakukan penilaian secara teratur.
Sedangkan faktor-faktor yang perlu diperhatikan perusahaan dalam
pengendalian turnover intention menurut Pambudi dalam Ridlo (2012:15)
yaitu : pemberian penghasilan dan tunjangan yang jumlahnya bersaing
dengan perusahaan lain, kesempatan pengembangan karir, peluang untuk
promosi harus jelas aturan mainnya berdasarkan prestasi kerja dan
senioritas dan peluang menambah pengetahuan.
Karyawan merupakan aset perusahaan dan pelaku utama produksi
serta aktivitas pemasaran hasil, tidak mungkin target penjualan
perusahaan tercapai apabila tidak ada pelakunya, karena itu karyawan
menjadi pusat perhatian karena sebagai investasi perusahaan, Ridlo
(2012:3).
Tingginya turnover intention pada perusahaan akan mempengaruhi
pencapaian suatu perusahaan seperti halnya yang diungkapkan oleh Ridlo
(2012:3) pada pernyataan di paragraf sebelumnya. Oleh karena itu
penulis menarik kesimpulan bahwa turnover intention perlu
dikendalikan, karena hal tersebut berhubungan dengan karyawan dalam
perusahaan yang memiliki peran penting dalam aktivitas organisasi.
Uraian-uraian di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa hal
yang harus dikendalikan untuk menghambat laju turnover intention
antara lain : sistem kompensasi yang diterapkan oleh perusahaan,
promosi dan pengembangan karir dan saluran komunikasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar