Turnover Intention adalah niat karyawan untuk meninggalkan
organisasi secara sadar dan memiliki hasrat disengaja dari karyawan
untuk meninggalkan organisasi Tet dan Meyer dalam Ridlo (2012:13).
Andini (2006) menyatakan bahwa turnover intention merupakan
keinginan yang timbul dari diri seorang karyawan untuk meninggalkan
perusahaan dan pekerjaannya untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.
Martin dalam Ridlo (2012:13) mengatakan bahwa turnover intention
adalah tingkat keinginan karyawan atau niat untuk meninggalkan
organisasi. Menurut Mobley dalam Ridlo (2012:13) turnover intention
adalah perilaku seperti kemangkiran dan kelesuan yang ditunjukkan oleh
karyawan dalam pekerjaannya.
Turnover Intention merupakan keinginan karyawan untuk
meninggalkan perusahaan, sikap emosional karyawan akan berpengaruh
terhadap intensi keluar, Green et al., (2013). Mahdi et al. (2012)
mengatakan bahwa turnover intention merupakan keinginan karyawan
yang cenderung ingin berhenti dari pekerjaannya atas dasar keinginannya
sendiri. Waspodo, dkk. (2013) Turnover intention merupakan keinginan
karyawan untuk meninggalkan perusahaan dan mencoba untuk mencari
pekerjaan lain yang lebih baik dari sebelumnya.
Beberapa ahli di atas memberikan pengertian tentang turnover
intention dengan definisi yang berbeda. Akan tetapi pada dasarnya
pengertian turnover intention dari para ahli tidak terjadi suatu perbedaan
yang mencolok dan dapat disimpulkan bahwa turnover intention adalah
keinginan dari karyawan secara sadar untuk meninggalkan
organisasi/perusahaan dengan ditunjukkan oleh sikap karyawan terhadap
pekerjaannya seperti kemangkiran (ketidakhadiran) pekerja dalam jam
kerja yang telah dijadwalkan dan tidak adanya semangat dalam mencapai
target-target perusahaan serta dengan diakhiri niat untuk keluar dari
perusahaan dengan tujuan mencari pekerjaan lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar