Senin, 04 Oktober 2021

Pasar Modal (skripsi dan tesis)


Pasar modal (capital market) adalah tempat bagi berbagai pihak
(khususnya perusahaan) untuk menjual saham (stock) dan obligasi (bond). Hasil
dari penjualan tersebut nantinya akan digunakan sebagai tambahan dan atau untuk
memperkuat modal perusahaan (Fahmi, 2015). Pasar modal (capital market)
merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa
diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrumen
derivatif maupun instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan
bagi perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah), dan sebagai sarana
bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian, pasar modal memfasilitasi berbagai
sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya. Instrumen
keuangan yang diperdagangkan di pasar modal merupakan instrumen jangka
panjang (jangka waktu lebih dari 1 tahun) seperti saham, obligasi, waran, right,
reksa dana, dan berbagai instrumen derivatif seperti option, futures, dan lain-lain.
(www.idx.co.id)
Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal
mendefinisikan pasar modal sebagai kegiatan yang bersangkutan dengan
Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan
dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan
dengan Efek.
Pasar Modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara
karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu pertama sebagai sarana bagi
pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana
dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat
digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan
lain-lain. Kedua pasar modal menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi
pada instrument keuangan seperti saham, obligasi, reksa dana, dan lain-lain.
Dengan demikian, masyarakat dapat menempatkan dana yang dimilikinya sesuai
dengan karakteristik keuntungan dan risiko masing-masing instrument.
(www.idx.co.id)
Menurut Mankiw (2003), alasan dikaitkannya harga saham dengan
perekonomian yaitu, saham adalah bagian dari kekayaan rumah tangga, maka
penurunan harga saham membuat orang lebih miskin dan menurunkan
pengeluaran konsumen, yang juga menurunkan permintaan agregat. Selain itu,
penurunan harga saham bisa mencerminkan berita buruk tentang kemajuan
teknologi dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Artinya, tingkat output
alami, dan penawaran agregat, akan berekspansi dengan lebih lambat di amsa
depan daripada yang diharapkan sebelumnya.

Tidak ada komentar: