Senin, 04 Oktober 2021

Hubungan Fed Rate dengan IHSG (skripsi dan tesis)


Amerika Serikat sebagai negara maju, memiliki perekonomian terbesar di
dunia. Sebagai perekonomian terbesar di dunia, maka banyak investor yang
melihat Amerika Serikat dijadikan dasar keputusan investasi mereka. The Fed
atau Federal Reserve merupakan Bank Sentral Amerika Serikat yang
bertanggungjawab dalam mengatur perbankan dan mengatur jumlah uang beredar
dalam perekonomian. Salah satu yang menjadi dasar untuk melakukan investasi
adalah pergerakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed Rate). Fed
Rate, atau suku bunga Federal Reserve, adalah tingkat suku bunga yang
ditetapkan oleh The Fed sebagai patokan bagi suku bunga pinjaman maupun
simpanan bagi bank dan atau lembaga-lembaga keuangan di seluruh AS. Ketika
Fed Rate naik, maka bunga pinjaman maupun simpanan di bank dan lembaga
keuangan lainnya juga bisa naik. Jika bunga simpanan di bank-bank di Amerika
naik, maka itu akan menarik minat investor dari seluruh dunia untuk
menempatkan dana mereka dalam bentuk tabungan/deposito di Amerika. Tidak
hanya bunga tabungan, ketika Fed Rate naik maka bunga obligasi yang
diterbitkan perusahaan-perusahaan di Amerika juga biasanya akan ikut naik.
Sehingga, memungkinkan investor memindahkan dananya dari Indonesia kembali
ke Amerika Serikat, atau bahkan ke wahana investasi lainnya. Hal ini dapat
menyebabkan menurunnnya tingkat IHSG akibat menurunnya minat kegiatan
investasi di pasar saham.
Menurut Musgiyanti (2009), The Fed tidak hanya mampu mempengaruhi
suku bunga dan akitifitas ekonomi. Tetapi juga dapat mempengaruhi nilai saham.
Ketika The Fed meningkatkan suku bunga maka banyak uang yang akan terserap
sehingga jumlah uang yang beredar berkurang, hal itu akan mengakibatkan
kepemilikan saham menjadi kurang menarik. Pertama, suku bunga yang lebih
tinggi berarti tabungan, sebagai alternative dari saham akan memberikan
pengembalian yang lebih tinggi. Kedua, pengetatan kebijakan moneter oleh Fed
beresiko mendorong perekonomian kearah resesi, yang nantinya akan mengurangi
laba, akibatnya harga saham sering kali turun ketika The Fed meningkatkan suku
bunga.

Tidak ada komentar: