Kotler dan Keller (2018) menyebutkan bahwa persepsi Country Of Origin
adalah asosiasi mental dan keyakinan yang dipicu oleh suatu Negara. Pembeli
memiliki sikap dan keyakinan yang berbeda terhadap merek dari berbagai Negara.
Tjiptono (2014) menyatakan bahwa Country Of Origin efek merupakan evaluasi
yang dilakukan konsumen atas produk tidak hanya didasarkan pada daya tarik dan
karakteristik fisik produk saja, tetapi negara yang memproduksinya.
Negara asal merek (country of origin) didefinisikan sebagai suatu negara
dimana suatu merek itu diproses/diproduksi (Ermawati, 2009). Sedangkan Johnson
and Boon (2004) secara jelas mendefinisikan Negara asal merek sebagai negara
tempat produksi atau perakitan yang diidentifikasikan sebagai label ”dibuat di” atau
”di produksi di”. Ronkainen (2001) bahkan menyebutkan bahwa Negara asal merek
dipahami sebagai efek yang muncul dalam persepsi konsumen yang dipengaruhi
oleh lokasi dimana suatu produk dihasilkan. Setiap produk atau merek yang ada di
dunia ini pasti memiliki suatu Negara asal merek (Rosenbloom, 2012). Negara asal
merek memililki suatu pengaruh terhadap ekuitas dari suatu merek melalui
penciptaan asosiasi suatu merek terhadap negara asal suatu merek itu diproduksi
(Rosenbloom, 2011).
Ramayah (2011) mengatakan bahwa persepsi konsumen terhadap Negara
asal merek dipengaruhi faktor system politik, kebudayaan dan keekonomian negara
itu sendiri yang membuat seorang konsumen menjadi sensitif. Pengetahuan
konsumen mengenai negara asal merek dari suatu merek didukung oleh faktorfaktor berikut ini (Maheswaran, 2000):
a. Tingkat pendidikan konsumen, Menurut Al-Sulaiti dan Baker
(1998), semakin tinggi tingkat pendidikan, maka makin tinggi
seseorang cenderung mempunyai wawasan lebih mengenai
negara dan budaya lain, dan lebih menghargai aadanya
perbedaan. Orang tersebut dapat lebih menerima produk-produk
yang didatangkan dari luar negeri.
b. Kelas negara dan ekonomi, Seseorang yang mempunyai kelas
negara dan ekonomi yang tinggi diduga mempunyai sarana dan
prasarana lebih untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan,
intensitas bepergian meningkat dan lebih terbuka dengan kultur
lain. Hal tersebut menjadikan mereka lebih peka dan
memperhatikan merek-merek internasional dan negara asal dari
merek tersebut.
c. Level mempelajari budaya negara lain, Bepergian ke luar negeri
yang memiliki budaya yang beda merupakan suatu cara untuk
mengetahui dan mempelajari budaya lain. Pada dasarnya, orang
yang bepergian relatif lebih sadar dan mengamati budaya, produk
dan ide-ide lain yang bukan dari daerah dimana orang tersebut
berasal. Orang yang bepergian ke luar negeri, mempunyai
pengetahuan terhadap merek-merek internasional dan Negara asal
merek dari merek tersebut.
Miranda (2012) menyimpulkan bahwa konsumen peduli tenang dari mana
asal produk tersebut, bagaimana produk tersebut dibuat. Kedua faktor tersebut lalu
dijadikan landasan seorang konsumen untuk mengevaluasi kualitas produk yang
berakhir dengan pembelian. Dengan semakin banyaknya informasi yang dimiliki
konsumen, maka efek dari negara asal akan semakin berkurang. Hal ini karena
adanya rasionalitas konsumen akan kualitas suatu produk. Ketika konsumen hanya
memiliki informasi lokasi produk itu dihasilkan, maka hanya itulah hal yang
menjadi landasan konsumen berkeinginan untuk membeli suatu produk (Schweige,
2007).
Selasa, 26 Oktober 2021
Negara Asal ( Country of Origin) (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar