Jumat, 08 Oktober 2021

Indikator Job Stres (skripsi dan tesis)


Menurut Robbins (2013) dalam Windu Wicaksono (2016), banyak sekali
faktor dalam organisasi yang dapat menimbulkan stres. Tekanan untuk menghindari
kekeliruan atau menyelesaikan tugas dalam suatu kurun waktu yang terbatas, beban
kerja yang berlebihan, sehingga dikategorikan faktor-faktor ini di sekitar tuntutan
tugas, tuntutan peran dan tuntutan antar pribadi, dan struktur organisasi.
a. Tuntutan Tugas
Menurut Robbins (2013), merupakan faktor yang dikaitkan pada pekerjaan
seorang. Faktor ini mencakup desain pekerjaan individu, kondisi kerja, dan tata
letak kerja fisile Lini perakitan dapat memberi tekanan pada orang bila
kesepakatan dirasakan berlebihan. akin banyak kesalingtergantungan antara tugas
seseorang dengan tugas orang yang lain, makin potensial stres.
b. Tuntutan Peran
Menurut Robbins (2013), tuntutan peran berhubungan dengan tekanan yang
diberikan pada seseorang sebagai suatu fungsi dari peran tertentu yang dimainkan
dalam organisasi itu. Konflik peran menciptakan harapan-harapan hampir tidak
bisa dirujukkan atau dipuaskan.
c. Tuntutan Antar Pribadi
Menurut Robbins (2013), tuntutan antarpribadi adalah tekanan yang diciptakan
oleh karyawan lain kurangnya dukungan sosial, rekan-rekan, dan hubungan
pribadi yang buruk dapat menimbulkan stres yang cukup besar, teristimewa
diantara para karyawan dengan kebutuhan sosial yang tinggi.
d. Struktur Organisasi
Menurut Robbins (2013), struktur organisasi menentukan tingkat diferensiasi
(pembedaan) dalam organisasi, tingkat aturan dan pengaturan serta dimana
keputusan diambil, aturan yang berlebihan dan kurangnya partisipasi dalam
keputusan mengenai seorang karyawan, bila kebijakan yang dibuat oleh struktur
organisasi tidak memperhatikan perbedaan dalam organisasi maka akan dapat
menimbulkan stres bagi karyawan karena kebijakan yang sepihak.
e. Kepemimpinan Organisasi
Menurut Robbins (2013), menggambarkan gaya manajerial dari eksekutif senior
organisasi beberapa pejabat eksekutif keputusan menciptakan suatu budaya yang'
dicirikan oleh ketegangan, rasa takut dan kecemasan karyawan membangun
tekanan yang tidak realistis untuk berprestasi dalam jangka pendek, memaksakan
pengawasan yang berlebihan ketatnya dan secara rutin memecat karyawan yang
tidak dapat mengikutinya

Tidak ada komentar: