Mengapa seseorang bisa puas terhadap pekerjaannya sementara orang lain merasa
tidak puas dari pekerjaannya, walaupun pekerjaan yang mereka lakukan adalah sama.
Para ahli melihat banyak faktor yang memengaruhi kepuasan kerja karyawan. Faktorfaktor itu sendiri dalam peranannya memberikan kepuasan kepada karyawan tergantung
pada pribadi masing-masing karyawan.
Abdus (2014) membedakan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja
menjadi 2 kelompok, diantaranya :
1. Faktor intrinsik, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri karyawan itu
sendiri, seperti harapan dan kebutuhan individu tersebut.
2. Faktor ekstrinsik, yaitu faktor yang berasal dari luar diri karyawan, seperti
kebijakan perusahaan, kondisi fisik lingkungan kerja, interaksi dengan
karyawan lain, sistem penggajian dan sebagainya.
Secara teoritis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja sangat
banyak jumlahnya. Salah satunya menurut Hasibuan (2006) kepuasan kerja karyawan
dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:
1. Balas jasa yang layak dan adil.
2. Penempatan yang tepat sesuai dengan keahlian.
3. Berat-ringannya pekerjaan.
4. Suasana dan lingkungan pekerjaan.
5. Peralatan yang menunjang pelaksanaan pekerjaan.
6. Sikap pemimpin dalam kepemimpinannya.
7. Sikap pekerjaan monoton atau tidak.
Sedangkan Robbins (2003) menetapkan empat faktor yang kondusif bagi tingkat
kepuasan kerja karyawan yang tinggi, yaitu:
1. Pekerjaan yang secara mental menantang.
Orang lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan yang memberi mereka
peluang untuk menggunakan keterampilan dan kemampuan mereka dan
menawarkan satu varietas tugas, kebebasan dan umpan balik tentang
seberapa baiknya mereka melakukan itu. Karakteristik- karakteristik ini
membuat pekerjaan menjadi manantang secara mental.
2. Imbalan yang wajar.
Karyawan menginginkan sistem penggajian yang mereka anggap tidak
ambigu dan sejalan dengan harapan mereka. Bila pembayaran itu kelihatan
adil berdasarkan pada permintaan pekerja, tingkat keterampilan individu
dan standar pembayaran masyarakat, kepuasan mungkin dihasilkan.
3. Kondisi lingkungan kerja yang mendukung.
Karyawan merasa prihatin dengan kondisi lingkungan kerja mereka jika
menyangkut masalah kenyamanan pribadi maupun masalah kemudahan
untuk dapat bekerja dengan baik. Banyak studi yang menunjukkan bahwa
para karyawan lebih menyukai lingkungan fisik yang tidak berbahaya atau
yang nyaman. Selain itu kebanyakan karyawan lebih suka bekerja tidak
jauh dari rumah, dalam fasilitas yang bersih dan relatif moderen, dengan
alat dan perlengkapan yang memadai.
4. Rekan kerja yang suportif.
Dari bekerja orang mendapatkan lebih dari sekedar uang atau prestasiprestasi yang berwujud, bagi sebagian karyawan kerja juga dapat mengisi
kebutuhan akan interaksi sosial. Oleh karena itu, tidak heran jika seorang
karyawan memiliki rekan kerja yang suportif dan bersahabat dapat
meningkatkan kepuasan kerja mereka.
Dari beberapa pendapat di atas dapat diklasifikasikan bahwa faktor-faktor
yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja adalah promosi, gaji, pekerjaan
itu sendiri, supervisi, teman kerja, keamanan kerja, kondisi kerja,
kebijakan perusahaan, komunikasi, tanggung jawab, pengakuan, dan
prestasi kerja
Jumat, 08 Oktober 2021
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar