Kepuasan kerja adalah suatu efektivitas atau respon emosional terhadap berbagai
aspek pekerjaan (Kreitner dan Kinicki, 2003). Definisi ini tidak dapat diartikan sebagai
suatu konsep tunggal. Seseorang dapat relatif puas dengan suatu aspek dari pekerjaannya
dan tidak puas dengan salah satu atau lebih aspek yang lainnya.
Menurut Abdurrahmat (2006) kepuasan kerja merupakan suatu bentuk sikap
emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaan yang digelutinya. Kepuasan
kerja dalam pekerjaan ialah kepuasan kerja yang dapat dinikmati dalam pekerjaan dengan
mendapatkan hasil dari pencapaian tujuan kerja, penempatan, perlakuan, dan suasana
lingkungan kerja yang baik. Karyawan yang dapat menikmati kepuasan kerja dalam
pekerjaan ini, akan memilih untuk lebih mengutamakan pekerjaannya daripada balas jasa/
upah yang ia dapatkan dari pekerjaan tersebut. Karyawan akan merasa lebih puas apabila
balas jasanya sebanding dengan hasil kerja yang dilakukan.
Menurut Handoko (2000) kepuasan kerja merupakan salah satu variabel yang
dapat mempengaruhi produktivitas atau prestasi kerja para karyawan. Variabel lain yang
juga dapat mempengaruhi produktivitas kerja para karyawan, diantaranya motivasi untuk
bekerja, tingkat stres kerja yang dialami oleh karyawan, kondisi fisik pekerjaan,
kompensasi, dan aspek - aspek ekonomis, teknis serta perilaku lainnya. Pekerjaan yang
memberikan kepuasan kerja bagi pelakunya ialah pekerjaan yang dirasa menyenangkan
untuk dikerjakan (Supriyanto & Machfudz, 2010). Sebaliknya, pekerjaan yang tidak
menyenangkan untuk dikerjakan merupakan indikator dari rasa ketidakpuasan dalam
bekerja (Bangun, 2012).
Menurut Achmad et al (2010), kepuasan kerja difungsikan untuk dapat
meningkatkan semangat kerja karyawan, meningkatkan produktivitas, menurunkan
tingkat absensi, meningkatkan loyalitas karyawan dan mempertahankan karyawan untuk
tetap bekerja di suatu perusahaan. Karyawan yang mendapatkan kepuasan kerjanya ialah
karyawan yang memiliki tingkat kehadiran dan perputaran kerja yang baik, pasif dalam
serikat kerja, dan memiliki prestasi kerja yang lebih baik dari karyawan lainnya.
Sedangkan karyawan yang tidak memperoleh kepuasan kerja akan memberikan dampak
bagi perusahaan berupa kemangkiran karyawan, perputaran kerja, kelambanan dalam
menyelesaikan pekerjaan, pengunduran diri lebih dini, aktif dalam serikat kerja,
terganggu kesehatan fisik dan mental karyawannya
Jumat, 08 Oktober 2021
Definisi Kepuasan Kerja (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar