Menurut Kotler dan Keller (2009: 263), ekuitas merek adalah nilai
tambah yang diberikan pada produk dan jasa. Ekuitas merek dapat tercermin
dalam cara konsumen berpikir, merasa, dan bertindak dalam hubungannya
dengan merek, dan juga harga, pangsa pasar, dan profitabilitas yang
diberikan merek bagi perusahaan.
Menurut Durianto, dkk (2004: 61), ekuitas merek dapat memberikan nilai
bagi perusahaan. Berikut adalah nilai ekuitas merek bagi perusahaan:
a. Ekuitas merek yang kuat dapat membantu perusahaan dalam upaya
menarik minat calon konsumen serta upaya untuk menjalin
hubungan yang baik dengan para konsumen dan dapat
menghilangkan keraguan konsumen terhadap kualitas merek.
b. Seluruh elemen ekuitas merek dapat memengaruhi keputusan
pembelian konsumen karena ekuitas merek yang kuat akan
mengurangi keinginan konsumen untuk berpindah ke merek lain.
c. Konsumen yang memiliki loyalitas tinggi terhadap suatu merek
tidak akan mudah untuk berpindah ke merek pesaing, walaupun
pesaing telah melakukan inovasi produk.
d. Asosiasi merek akan berguna bagi perusahaan untuk melakukan
evaluasi atas keputusan strategi perluasan merek.
e. Perusahaan yang memiliki ekuitas merek yang kuat dapat
menentukan harga premium serta mengurangi ketergantungan
perusahaan terhadap promosi.
f. Perusahaan yang memiliki ekuitas merek yang kuat dapat
menghemat pengeluaran biaya pada saat perusahaan memutuskan
untuk melakukan perluasan merek.
g. Ekuitas merek yang kuat akan menciptakan loyalitas saluran
distribusi yang akan meningkatkan jumlah penjualan perusahaan.
h. Empat elemen inti ekuitas merek (brand awareness, brand
association, perceived quality, dan brand loyalty) yang kuat dapat
meningkatkan kekuatan elemen ekuitas merek lainnya seperti
kepercayaan konsumen, dan lain-lain.
Aaker (1997: 23) mengungkapkan bahwa ekuitas merek menciptakan
nilai baik pada perusahaan maupun pada konsumen. Pernyataan ini telah
didukung oleh beberapa penelitian, diantaranya yang dilakukan oleh Smith
(2007: 107), yang menyatakan bahwa ekuitas merek dapat menjadi
pertimbangan perusahaan dalam melakukan merger atau akuisisi. Penelitian
lain yang dilakukan oleh Lane (1995: 70), menyebutkan bahwa ekuitas
merek memengaruhi respon pada stock market. Ekuitas merek dapat
menjaga harga premium dari suatu produk (Keller, 2003: 75), selain itu
menurut Rangaswamy dalam Yoo (2000: 200), ekuitas merek juga dapat
memengaruhi kelangsungan hidup sebuah merek.
Ekuitas merek dapat diartikan dengan kekuatan dari sebuah merek.
Menurut Morgan (2000: 76), dari sisi perusahaan, melalui merek yang kuat
perusahaan dapat mengelola aset-aset mereka dengan baik, meningkatkan
arus kas, memperluas pangsa pasar, menetapkan harga premium,
mengurangi biaya promosi, meningkatkan penjualan, menjaga stabilitas, dan
meningkatkan keunggulan kompetitif. Sedangkan menurut Shoker (1994:
151), apabila dikaitkan dengan perspektif konsumen, ekuitas merek
merupakan suatu bentuk respon atau tanggapan dari konsumen terhadap
sebuah merek. Lebih lanjut, Lassar (1995: 15) mendefinisikan ekuitas merek
sebagai bentuk peningkatan perceived utility dan nilai sebuah merek
dikaitkan dengan suatu produk. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
ekuitas merek merupakan persepsi konsumen terhadap keistimewaan suatu
merek dibandingkan dengan merek yang lain
Selasa, 26 Oktober 2021
Ekuitas Merek (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar