merek adalah kemampuan dari konsumen potensial untuk mengenali atau
mengingat bahwa suatu merek termasuk ke dalam kategori produk
tertentu. Sedangkan menurut Durianto, dkk (2004: 30), brand awareness
adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali, mengingat
kembali suatu merek sebagai bagian dari suatu kategori produk tertentu.
Kesadaran merek merupakan elemen ekuitas yang sangat penting bagi
perusahaan karena kesadaran merek dapat berpengaruh secara langsung
terhadap ekuitas merek. Apabila kesadaran konsumen terhadap merek
rendah, maka dapat dipastikan bahwa ekuitas mereknya juga akan
rendah.
Kemampuan konsumen untuk mengenali atau mengingat merek suatu
produk berbeda tergantung tingkat komunikasi merek atau persepsi
konsumen terhadap merek produk yang ditawarkan. Berikut adalah
tingkatan brand awareness yang dikemukakan oleh Handayani, dkk
(2010: 65):
1) Unware of brand
Pada tahapan ini, konsumen merasa ragu atau tidak yakin
apakah sudah mengenal merek yang disebutkan atau belum.
Tingkatan ini yang harus dihindarkan oleh perusahaan.
2) Brand recognition
Pada tahapan ini, konsumen mampu mengidentifikasi merek
yang disebutkan.
3) Brand recall
Pada tahapan ini, konsumen mampu mengingat merek tanpa
diberikan stimulus.
4) Top of mind
Pada tahapan ini konsumen mengingat merek sebagai yang
pertama kali muncul di pikiran saat berbicara mengenai kategori
produk tertentu.
Kesadaran merek akan sangat berpengaruh terhadap ekuitas suatu
merek. Kesadaran merek akan memengaruhi persepsi dan tingkah laku
seorang konsumen. Oleh karena itu meningkatkan kesadaran konsumen
terhadap merek merupakan prioritas perusahaan untuk membangun
ekuitas merek yang kuat. Durianto, dkk (2004: 57), mengungkapkan
bahwa tingkat kesadaran konsumen terhadap suatu merek dapat
ditingkatkan melalui berbagai upaya sebagai berikut:
1) Suatu merek harus dapat menyampaikan pesan yang mudah
diingat oleh para konsumen. Pesan yang disampaikan harus
berbeda dibandingkan merek lainnya. Selain itu pesan yang
disampaikan harus memiliki hubungan dengan merek dan
kategori produknya.
2) Perusahaan disarankan memakai jingle lagu dan slogan yang
menarik agar merek lebih mudah diingat oleh konsumen.
3) Simbol yang digunakan perusahaan sebaiknya memiliki
hubungan dengan mereknya.
4) Perusahaan dapat menggunakan merek untuk melakukan
perluasan produk, sehingga merek tersebut akan semakin diingat
oleh konsumen.
5) Perusahaan dapat memperkuat kesadaran merek melalui suatu
isyarat yang sesuai dengan kategori produk, merek, atau
keduanya.
6) Membentuk ingatan dalam pikiran konsumen akan lebih sulit
dibandingkan dengan memperkenalkan suatu produk baru,
sehingga perusahaan harus selalu melakukan pengulangan untuk
meningkatkan ingatan konsumen terhadap merek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar