Pada setiap perusahaan, karyawan dapat keluar dari waktu ke waktu. Beberapa
peneliti telah mengemukakan bahwa mempunyai niat untuk keluar adalah prediktor
terbaik dari turnover. Pernyataan tersebut diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh
Steel dan Ovalle (1984) yang menemukan bahwa memiliki intensi untuk meninggalkan
pekerjaan memprediksi turnover lebih baik daripada pengekspresian perasaan terhadap
pekerjaan (Smither, 1998).
Zeffane (1994) mengartikan intention sebagai niat atau keinginan yang timbul
pada individu untuk melakukan sesuatu. Kemudian intention menurut Fishbein dan Ajzen
(1975) sebagai kemungkinan subjektif seseorang yang melibatkan hubungan antara
dirinya dan sesuatu perbuatan tertentu. Dijelaskan lebih lanjut bahwa pembentukan
intensi pada diri seseorang terikat dalam suatu perilaku tertentu. Intensi terbentuk dalam
rangka memenuhi faktor-faktor kebutuhan yang memiliki dampak pada perilaku. Maka
dari itu, intensi mengarahkan perilaku agar ditampilkan pada waktu dan kesempatan yang
tepat.
Turnover menurut Novliadi (2007) diartikan sebagai berhentinya seseorang
karyawan dari tempatnya bekerja secara sukarela. Sementara Spector (2003)
mendefinisikan turnover sebagai keluarnya karyawan. Berdasarkan penjelasan diatas,
maka dapat disimpulkan intensi to leave adalah keinginan individu yang secara sadar dan
penuh pertimbangan untuk meninggalkan perusahaan dimana ia bekerja sekarang.
Novliadi (2007) mendefinisikan intensi turnover sebagai kecenderungan atau niat
karyawan untuk berhenti bekerja dari pekerjaannya secara sukarela menurut pilihannya
sendiri Sementara Abelson (1987) mendefinisikan intensi turnover sebagai suatu
keinginan individu untuk meninggalkan organisasi dan mencari alternatif pekerjaan lain.
Tindakan penarikan diri terdiri atas beberapa komponen yang secara simultan muncul
dalam individu berupa adanya pikiran untuk keluar, keinginan untuk mencari lowongan
pekerjaan lain, mengevaluasi kemungkinan untuk menemukan pekerjaan yang layak di
tempat lain, dan adanya keinginan untuk meninggalkan organisasi.
Selanjutnya Mobbley et al (1987) merumuskan tahapan-tahapan kognitif yang
dialami individu sebelum meninggalkan pekerjaannya, yaitu:
a. Pikir-pikir untuk berhenti dari pekerjaan (thoughts of quitting).
b. Berniat untuk mencari alternatif pekerjaan lain (Intention to search for another
job).
c. Berniat untuk meninggalkan pekerjaan (Intention to quit)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar