Budaya itu sendiri memiliki lingkup pengertian yang lebih luas jika
dibandingkan dengan budaya organisasi. Setiap organisasi mempunyai budaya sendiri
yang berbeda dengan organisasi lainnya. Budaya organisasi dapat dikatakan
merupakan budaya yang diterapkan pada lingkup organisasi tertentu. Sama halnya
dengan organisasi, berbagai penulis menggunakan terminologi firm, company,
corporation, corporate atau organization. Pada hakikatnya, yang dimaksud dengan
budaya organisasi adalah budaya yang menjadi acuan di dalam suatu organisasi di
mana terdapat sekelompok orang yang melakukan interaksi.
Robbins dan Judge (2008) mengartikan budaya organisasi sebagai sebuah sistem
makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan organisasi tersebut
dengan organisasi lainnya. Menurut Robbins dan Judge (2008) budaya organisasi
mewakili sebuah persepsi yang sama dari para anggota organisasi. Oleh karena itu,
diharapkan bahwa individu- individu yang memiliki latar belakang berbeda atau berada
pada tingkatan yang tidak sama dalam organisasi dapat memahami budaya organisasi
dengan pengertian yang serupa.
Hofstede (1986) menyatakan bahwa budaya merupakan berbagai interaksi dari
ciri-ciri kebiasaan yang mempengaruhi kelompok-kelompok orang dalam
lingkungannya. Agar budaya organisasi dapat berfungsi secara optimal, maka budaya
organisasi harus diciptakan, dipertahankan, dan diperkuat serta diperkenalkan kepada
karyawan melalui proses sosialisasi (Nurtjahjani dan Masreviastuti, 2007). Melalui
sosialisasi ini, karyawan diperkenalkan tentang tujuan, strategi, nilai-nilai, dan standar
perilaku organisasi serta informasi yang berkaitan dengan pekerjaan.
Jumat, 08 Oktober 2021
Definisi Budaya Organisasi (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar