Turnover adalah dapat dijadikan sebagai sebuah petunjuk mengenai
kestabilan karyawan. Melalui penelitian Almalki, Fitzgerald, dan Clark (2012)
diungkapkan bahwa semakin tinggi tingkat turnover sebuah perusahaan, maka
pergantian karyawan tentu juga mengikuti dan sering terjadi. Hal tersebut
tentu sangat merugikan perusahaan. Hal ini disebabkan karena karyawan yang
keluar akan memberikan beban biaya pada perusahaan.
a. Biaya rekrutmen karyawan, dimana perusahaan menjadi terbuang
waktunya untuk kembali melakukan seleksi karyawan, rekrutmen hingga
penempatan karyawan pada posisinya.
b. Biaya terkait pelatihan karyawan, hal ini sangat erat kaitannya dengan
waktu pengawas latihan, bagian personalia atau HR terhadap karyawan
yang akan dilatih.
c. Terdapat produksi yang hilang selama proses kehilangan karyawan hingga
mendapatkan karyawan baru.
d. Perlatan produksi terkadang menjadi terhambat dan tidak bisa digunakan
sepenuhnya.
e. Tanggung jawab karyawan yang keluar berdampak kepada karyawan lain
yang menanggung tanggung jawab tersebut sehingga beban kerja
meningkat dan menimbulkan stres.
Beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya tingkat turnover yang
tinggi pada sebuah divisi dalam perusahaan membuktikan bahwa divisi atau
bidang yang bersangkutan perlu diperbaiki kondisi kerjanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar