Jumat, 08 Oktober 2021

Dampak Qualitative Job Insecurity (skripsi dan tesis)


De Witte (2018) dalam penelitiannya diungkapkan bahwa
qualitative job insecurity memiliki dampak terhadap keinginan karyawan
untuk keluar dari pekerjaannya. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan
psikologis yang tidak dapat terpenuhi. Kebutuhan yang tidak dapat
dipenuhi tersebut dapat berbagai macam seperti perasaan khawatir terkait
keberlanjutan perusahaan tempat karyawan tersebut bekerja, benefit yang
dikhawatirkan tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, dan lain-lain.
Ketika seorang karyawan merasa tidak aman terkait hal-hal mendasar
tersebut maka, karyawan muncul stres. Stres ini berdampak kepada
berbagai macam faktor dari karyawan. Penelitian yang dilakukan oleh De
Witte (2018) juga mengungkapkan bahwa karyawan dengan tingkat stres
tinggi akan berdampak kepada kinerjanya, relasinya, hingga rasa ingin
bertahan di perusahaan itu sendiri. Selain itu, penelitian yang dilakukan
oleh Greenhalg dan Rosenblatt (dalam De Witte, 2018) juga
mengungkapkan adanya kaitan antara job insecurity yang menjadi sumber
stres yang dapat memunculkan ketakutan, kehilangan potensi, dan
kecemasan. Hal ini juga berdampak pada biologis karyawan tersebut
seperti terserang somatis. Tidak bisa tidur dengan nyenyak, hilangnya
selera makan menjadi salah satu bentuk dari permasalahan somatis bahkan
dapat menjadi hipertensi. Dalam penelitian De Witte (2018) juga
diungkapkan bahwa job insecurity yang tinggi dapat berdampak kepada
keinginan untuk mencari pekerjaan baru, komitmen organisasi yang
rendah, kepercayaan terhadap organisasi rendah, hingga kepuasan kerja
rendah. Hal ini juga didukung dalam penelitian De Witte (2018) yang
mengungkapkan bahwa kepuasan kerja menjadi variabel mediasi terhadap
qualitative job insecurity dan turnover intention. 

Tidak ada komentar: