Partini & Amrizal (2007) menyatakan bahwa intensi turnover pada karyawan
memberi dampak terhadap produktivitas kerja, dampak dari intensi turnover yaitu:
a) Dampak positif, Intensi turnover berdampak positif, karena:
1) Terjadi pembaharuan dalam perusahaan,
Intensi turnover dapat membuka peluang baru bagi pengurangan
biaya dengan meniadakan atau menggabungkan beberapa jabatan,
termasuk jabatan yang kosong dan melakukan restrukturisasi
perusahaan.
2) Berkurangnya konflik,
Intensi turnover akan menjadi jalan terakhir bagi penyelesaian
konflik karena banyak terjadi konflik kepegawaian atau konflik
jabatan yang tidak mudah diselesaikan.
3) Bertambahnya keyakinan diri,
Intensi turnover dapat menghasilkan keyakinan diri yang tinggi
pada karyawan apabila karyawan yang berusaha mencari pekerjaan di
tempat lain dan berhasil bahkan apabila karyawan memiliki tawaran
pekerjaan dari perusahaan lain.
b) Dampak negatif, Intensi turnover berdampak negatif, karena:
1) Biaya seleksi dan penempatan,
Konsekuensi dari intensi turnover adalah kegiatan dan biaya
seleksi serta penempatan, yang mengakibatkan perusahaan harus
mencari karyawan baru melalui beberapa tahapan seleksi dan
akhirnya dipekerjakan sehingga membutuhkan biaya yang tidak
sedikit.
2) Biaya pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia,
Setelah proses seleksi dan penempatan karyawan baru, karyawan
membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan mencapai performa kerja
yang baik pada pekerjaan barunya sehingga perusahaan mengadakan
pelatihan dan pengembangan bagi karyawan baru agar karyawan
dapat segera beradaptasi dan mencapai perfoma kerja yang baik.
3) Permasalahan prestasi karyawan,
Intensi turnover menjadi negatif bagi perusahaan karena
karyawan yang keluar adalah karyawan yang mimiliki prestasi yang
baik atau menduduki jabatan penting.
Riani & Rokhmah (2005) menyatakan bahwa intensi turnover mempunyai
dampak bagi perusahaan, dampak yang ditimbulkan intensi turnover yaitu:
a) Dampak positif, intensi turnover memiliki dampak positif pada saat:
1) Karyawan yang keluar kurang berprestasi, keluarnya karyawan yang
kurang berprestasi dapat membuka peuang terhadap masuknya
karyawan yang lebih berprestasi.
2) Pembaharuan, fleksibilitas dan kemampuan baru. Penggantian
karyawan dapat menciptakan gerakan bagi perusahaan ke arah yang
positif dengan masuknya karyawan baru yang membawa ide baru
kepada perusahaan.
3) Pengurangan dalam perilaku keinginan berpindah karyawan yang
lain. Karyawan yang memiliki keinginan berpindah berkurang di
dalam perusahaan sehingga tidak mempengaruhi karyawan lain yang
masih bertahan di dalam perusahaan.
4) Berkurangnya konflik. Keluarnya seorang karyawan dapat
bermanfaat dalam mengurangi konflik personal yang terjadi di dalam
perusahaan.
b) Dampak negatif, intensi turnover memiliki dampak negatif pada:
1) Biaya. Biaya yang keluar akibat adanya intensi turnover yaitu biaya
perekrutan, biaya seleksi, biaya penerimaan, biaya penempatan.
2) Prestasi. Bila karyawan yang pergi merupakan satu anggota yang
memiliki ikatan emosional yang saling berpengaruh maka dapat
menimbulkan efek negatif terhadap prestasi anggota kelompok lain.
3) Pola komunikasi dan sosial. Apabila karyawan yang keluar
merupakan kelompok kerja yang terpadu, pergantian karyawan akan
menimbulkan efek negatif terhadap karyawan yang tinggal, yang
akan menjadi beban kerja tambahan dan memungkinkan menurunkan
prestasi.
4) Merosotnya semangat kerja. Keinginan berpindah kerja yang dimiliki
seorang karyawan dapat mempengaruhi semangat kerja karyawan
yang lain pada saat karyawan yang bersangkutan mencoba
mempengaruhi timbunya keinginan berpindah kerja pada karyawan
yang lain.
5) Biaya peluang strategi. Pergantian karyawan akan menimbulkan
dampak yang negatif pada saat keluarnya seorang karyawan
perusahaan membutuhkan karyawan tersebut dalam meraih laba yang
cukup besar.
Jumat, 08 Oktober 2021
Dampak Intensi Turnover Dampak Intensi Turnover
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar