Kamis, 09 September 2021

Tahap-tahap Audit Internal (skripsi dan tesis)


Tahap pekerjaan audit internal menurut Tunggal (2012: 120) ada lima proses
yaitu, sebagi berikut:
a) Audit Planning dan Risk Analysis
Alam tahap ini proses audit memfokuskan perencanaan bahwa apa yang
seharusnya dilakukan, di mana, dan kapan dilakukan. Berdasarkan poin
penting dalam tahap ini adalah menganalisis penilaian audit, mengumpulkan
fakta tentang wilayah audit, analisis risiko kinerja, mengidentifikasi bukti
audit, menuliskan secara detail objek yang diaudit, mengembangkan
program kerja audit, menentukan jadwal serta membagi pekerjaan kepada
staf.
b) Preliminary survey
Dalam tahap ini seorang auditor menentukan segala aspek terhadap wilayah
audit yang terdiri dari program, fungsi, entitas atau yang diaudit. Poin
penting dalam tahap ini yaitu: mengetahui latar belakang informasi,
menelusuri wilayah aktivitas, menentukan segala kemungkinan alasan dan
dokumentasi, dan menggunakan hasil survey secara efektif.
c) Audit Field Work
Audit kerja lapangan yaitu usaha yang dilakukan oleh auditor internal dalam
membentuk suatu opini dan menghadirkan, serta merekomendasikan tentang
wilayah audit. Dalam tahap ini terdapat dua hal utama yaitu: mengevaluasi
sistem pengendalian internal, serta mendesain tes audit.
d) Audit Finding dan Recommendation
Audit kerja lapangan yaitu usaha yang dilakukan oleh auditor internal dalam
membentuk suatu opini dan menghadirkan, serta merekomendasikan tentang
wilayah audit. Dalam tahap ini terdapat dua hal utama yaitu: mengevaluasi
sistem pengendalian internal, serta mendesain tes audit.
e) Reporting
Reporting merupakan bagian yang terpenting dalam tahap proses audit
internal. Banyak yang mampu menulis sebuah report, tapi tak satupun yang
mampu menulisnya dengan benar. Empat poin penting dalam tahap ini:
outline report, menulis draf awal, mengedit draf dan menuliskan final report.
f) Follow Up
Dalam tahap ini dilakukan pengoreksian terhadap kontrol yang lemah yang
telah diidentifikasi oleh internal audit dan dilaporkan kepada manajemen.
Ada dua hal penting pada tahap ini: kebutuhan akan follow up atau tindak
lanjut dan melakukan tindak lanjut terhadap audit.

Tidak ada komentar: