Sabtu, 04 September 2021

Proses Terbentuknya Minat (skripsi dan tesis)


Blum dan Balinsky (1993), mengemukakan bahwa interaksi yang terjadi
antara individu dengan lingkungannya dapat menyebabkan munculnya minat,
sedangkan pengalaman sangat berperan dalam pembentukan minat individu.
Keberadaan minat pada diri individu merupakan hasil dari serangkaian proses.
Apabila seseorang berminat terhadap suatu hal, maka proses pertama yang akan
dialaminya adalah pengenalan terhadap objek atau aktivitas yang merupakan
rangsangan (stimuli) bagi dirinya. Rangsangan-rangsangan tersebut dapat
berbentuk manusia, benda-benda, atau berupa suatu kegiatan (aktivitas) tertentu.
Setelah terjadi proses pengenalan akan timbul perasaan sadar pada diri
individu bahwa objek atau aktivitas tersebut bermanfaat bagi dirinya. Karena
objek tersebut dirasakan ada manfaatnya, kemudian diikuti oleh adanya perasaan
tertarik dan menyenangi objek atau aktivitas tersebut.
Selanjutnya Blum dan Balinsky (1993), mengemukakan teori acceptance –
rejection yang memandang bahwa keberadaan minat didasarkan orientasi suka
atau tidak suka kepada objek atau aktivitas. Penentuan minat ini didasarkan reaksi
individu menerima atau menolak. Jika individu menerima berarti berminat, tetapi
jika menolak berarti tidak berminat.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa proses proses
terbentuknya minat pada diri individu melalui serangkaian kegiatan yang meliputi;
(a). Pengenalan individu terhadap suatu objek atau aktivitas,
(b). Individu menyadari manfaat dari objek atau aktivitas yang dilakukannya,
(c). Individu merasa tertarik atau menyukai objek atau aktivitas tersebut, dan
(d). Jika individu dapat menerima suatu objek atau aktivitas berarti berminat,
tetapi jika menolak berarti tidak berminat.

Tidak ada komentar: