Sabtu, 04 September 2021

Pengertian Minat (skripsi dan tesis)

Pengertian minat sering dikacaukan dengan perhatian. Meskipun mirip tetapi kedua istilah itu mempunyai tekanan yang berbeda. Perhatian lebih mengutamakan fungsi pikir, sedangkan minat lebih menonjolkan fungsi rasa. Dalam kenyataaannya antara minat dan perhatian mempunyai hubungan yang erat, apabila sesuatu menarik perhatian juga menyebabkan menarik minat, sebaliknya jika sesuatu menarik minat, maka juga menarik perhatian (Dakir, 1996). Karena fungsi rasa lebih menonjol pada minat, maka minat berhubungan dengan perasaan senang atau tidak senang pada suatu objek. Minat baru merupakan suatu kecenderungan untuk berbuat. Jika ada seorang siswa yang mempunyai minat untuk berkonsultasi, maka ia akan merasa senang untuk bertukar pikiran, minta informasi, minta pendapat atau saran dalam usaha mengatasi masalahnya kepada Guru Bimbingan Konseling sekolah. Menurut Abror (1993), minat adalah sebagai kecenderungan tingkah laku yang mengarah pada tujuan yang pasti, aktivitas-aktivitas atau pengalaman yang menarik dari tiap individu. Pendapat ini didukung oleh Shadily (1995), yang menyatakan bahwa minat adalah kecenderungan bertingkah laku yang terarah terhadap suatu objek, kegiatan atau pengalaman tertentu. Sementara itu Hurlock (1990) mengemukakan bahwa minat merupakan sumber motivasi yang akan mengarahkan seseorang dalam melakukan apa yang ingin mereka lakukan bila diberi kebebasan untuk memilihnya, bila mereka melihat sesuatu yang mempunyai manfaat bagi dirinya, maka mereka akan tertarik padanya serta akan menimbulkan kepuasan bagi dirinya. Minat juga berarti sebagai perhatian khusus yang menarik bagi individu. Witherington dan Cronbach (1994), menjelaskan bahwa minat merupakan kesadaran individu terhadap suatu objek karena objek itu penting bagi dirinya. Drever (1998), menjelaskan pengertian minat dengan menggunakan 2 (dua) istilah minat, yaitu secara fungsional dan secara struktural. Minat fungsional menunjukkan suatu jenis pengalaman perasaan yang dihubungkan dengan perhatian pada objek atau tindakan. Pengalaman perasaan itu disebut worthwileness. Minat struktural yaitu elemen sikap individu karena bawaan maupun yang diperoleh, oleh karena itu cenderung memenuhi perasaan worthwileness dalam hubungannya dengan objek-objek atau bidang pengetahuan khusus. Secara khusus Sukardi (2000), memandang minat sebagai suatu perangkat mental yang terdiri dari kombinasi, perpaduan, dan campuran dari perasaan, harapan dan prasangka serta kecenderungan lain yang dapat mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu. Berangkat dari pengertian ini secara implisit diketahui bahwa minat adalah sesuatu yang kompleks, karena perwujudannya yang menggejala pada perilaku yang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan kejiwaan. Crow and Crow (1989) mengatakan bahwa minat berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, benda, kegiatan, pengalaman yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri. Jadi, minat dapat diekspresikan melalui pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya, dapat dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Minat tidak dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh kemudian. Hilgard dalam Slameto (2003) memberi rumusan tentang minat adalah sebagai berikut : ”Interest is persisting tendency to pay attention to and enjoy some activity or content” Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus menerus yang disertai dengan rasa senang. Jadi berbeda dengan perhatian, karena perhatian sifatnya sementara (tidak dalam waktu yang lama) dan belum tentu diikuti dengan perasaan senang. Sedangkan minat selalu diikuti dengan perasaan senang dan kemudian diperoleh suatu kepuasan. Walgito (2003) mengartikan minat sebagai suatu keadaan yang mana seseorang mempunyai perhatian terhadap objek atau sesuatu dan disertai keinginan untuk mengetahui dan mempelajari maupun membuktikan lebih lanjut kecenderungan untuk berhubungan lebih aktif terhadap objek tersebut. Slameto (2003) menjelaskan bahwa minat adalah suatu yang menimbulkan dorongan atau rasa tertarik pada individu untuk menghasilkan lebih banyak dan  mendalam tentang sesuatu informasi, sehingga ia memiliki pengertian atau pemahaman yang lebih baik tentang sesuatu yang sebelumnya telah dimiliki. Menurut Gerungan dalam Djaali (2007) bahwa minat merupakan pengerahan perasaan dan menafsirkan untuk sesuatu hal (ada unsur seleksi). Holland dalam Djaali (2007) mengatakan bahwa pengertian minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu minat tidak timbul sendirian, akan tetapi adanya unsur kebutuhan. Minat adalah rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minatnya (Djaali, 2007). Selanjutnya menurut Mappiare (2008) minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran perasaan, harapan, pendirian, prasangka, rasa takut dan kecenderungan lain mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu. Berdasarkan beberapa pengertian minat di atas dapat disimpulkan bahwa minat merupakan gejala psikologis pada individu, yaitu adanya ketertarikan secara sadar terhadap objek tertentu (orang, benda, ataupun aktivitas) karena objek tersebut dirasa menyenangkan, penting, dan bermanfaat bagi dirinya, sehingga individu akan merasa senang untuk melakukan aktivitas yang berkaitan dengan objek tersebut

Tidak ada komentar: