Darma (1998:11) dalam Arif Ramadhani (2011:22) mengemukakan empat
faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai, yaitu:
1. “Pegawai, berkenaan dengan kemauan dan kemampuan dalam
melaksanakan pekerjaan.
2. Pekerjaan, menyangkut desain pekerjaan, uraian pekerjaan dan sumber
daya untuk melaksanakan pekejaan.
3. Mekanisme kerja, mencakup sistem/prosedur pendelegasian dan
pengendalian, serta struktur organisasi.
4. Lingkungan kerja, meliputi faktor-faktor lokasi dan kondisi kerja, iklim
organisasi dan komunikasi.”
Sedangkan Gibson, Ivancevich dan Donnely (1985-51-53) dalam Arif
Ramadhani (2011:22) secara kompetitif mengemukakan adanya tiga kelompok
variabel sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai dan potensi
individu dalam organisasi, yaitu:
1. “Variabel Individu, meliputi: kemampuan/keterampilan (fisik), latar
belakang (keluarga, tingkat sosial, dan pengalaman) dan demografi
(umur, asal usul, dan jenis kelamin).
2. Variabel Organisasi, meliputi: sumber daya, kepemimpinan, imbalan,
struktur, dan desain pekerjaan.
3. Variabel Individu (Psikologis), meliputi: mental/intelektual, persepsi,
sikap, kepribadian, belajar, dan motivasi.”
Donnely, Gibson, dan Ivanvech (1994) dalam Sinambela (2012:11) juga
mengemukakan bahwa kinerja individu oleh enam faktor:
1. “Harapan mengenai imbalan
2. Dorongan
3. Kemampuan, kebutuhan dan sifat
4. Persepsi terhadap tugas
5. Imbalan internal dan eksternal
6. Persepsi tentang tingkat imbalan dan kepuasan kerja.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar