Kepuasan kerja merupakan sesuatu perasaan yang dialami oleh
seseorang, di mana ia merasa puas, memiliki rasa senang baik terhadap
pekerjaan itu sendiri atau kelegaan karena yang diharapkannya telah
terpenuhi. Kepuasan kerja karyawan memiliki hubungan erat dengan
komitmen organisasional, artinya tingkat kepuasan kerja yang tinggi akan
mempengaruhi komitmen organisasi, di mana variabel tersebut akan dapat
meningkatkan serta dapat pula menurunkan tingkat komitmen organisasi.
Sesuai dengan pernyataan Mathiew and Jomes (1991) dalam Tania (2013)
yang menyatakan bahwa kepuasan kerja sangat berkaitan langsung dengan
komitmen organisasi karyawan. Individu yang telah mendapatkan kepuasan
kerja seperti mendapatkan pembayaran yang sesuai atau rekan kerja yang
mensuport maka akan meningkatkan tingkat komitmen organisasinya, di
mana individu tersebut akan merasa nyaman dan keinginan yang kuat untuk
mempertahankan eksistensinya dalam organisasi tersebut.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Hapsari (2006) yang berjudul
“Hubungan kepuasan kerja dan kedisiplinan dengan komitmen organisasi
pada karyawan spinning I PT. APAC INTI CORPORA Semarang Tahun
2006”, menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara
kepuasan kerja dengan komitmen organisasi pada karyawan spinning I PT.
APAC INTI CORPORA Semarang tahun 2006. Serta penelitian dari
Anugrah M, Ngadiman dan Sohidin (2014) yang berjudul “Hubungan antara
kepuasan kerja dengan komitmen organisasional karyawan di PT Sari Warna
Asli Garment-Surakarta”, menunjukan bahwa terdapat hubungan positif
antara kepuasan kerja dan komitmen organisasional di PT Sari Warna Asli
Garment-Surakarta
Selasa, 28 September 2021
Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Komitmen Organisasi Karyawan (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar