Komitmen organisasi diartikan sebagai suatu tingkatan tertentu dimana
seorang karyawan dapat mengidentifikasikan organisasinya dan tujuan dari
organisasinya dan kemudian berharap untuk dapat mempertahankan keanggotaanya
di dalam organisasi tersebut (Robbins dan Judge, 2013:109). Komitmen
menyebabkan kebertahanan seseorang di dalam organisasi dan berimplikasi terhadap
adanya usaha-usaha yang dilakukan seorang karyawan untuk bersaing
mempertahankan keanggotaannya bahkan demi memperoleh jabatan yang lebih baik
dalam struktur keanggotaan organisasi. Rasa keterikatan ini tidak hanya ditunjukkan
melalui sikap maupun atitide keseharian karyawan, namun juga dari sisi psikologis
ataupun cara berpikir karyawan. Indikasi bahwa seseorang memiliki komitmen
organisasi adalah adanya rasa afeksi emosional seorang karyawan kepada organisasi
yang telah mempekerjakannya (Karim dan Rehman, 2012:93).
Teori mengenai komitmen organisasi yang kerap digunakan dalam
penelitian adalaha teori dalam Allen dan Meyer. Penelitian kali ini menggunakan
teori Allen dan Meyer guna memperoleh definisi dan pengukuran mengenai tingkat
komitmen karyawan terhadap organisasi. Allen dan Meyer (1990) menyatakan
bahwakomitmen organisasi membuat seorang karyawan memperoleh pencapaian
tertentu di dalam organisasi termasuk di dalamnya, cognition, involvement, dan
loyalitas dari karyawan tersebut (Dehkordi dkk, 2011 : p.813).Komitmen Organisasi (Organizational Commitment)
Komitmen organisasi diartikan sebagai suatu tingkatan tertentu dimana
seorang karyawan dapat mengidentifikasikan organisasinya dan tujuan dari
organisasinya dan kemudian berharap untuk dapat mempertahankan keanggotaanya
di dalam organisasi tersebut (Robbins dan Judge, 2013:109). Komitmen
menyebabkan kebertahanan seseorang di dalam organisasi dan berimplikasi terhadap
adanya usaha-usaha yang dilakukan seorang karyawan untuk bersaing
mempertahankan keanggotaannya bahkan demi memperoleh jabatan yang lebih baik
dalam struktur keanggotaan organisasi. Rasa keterikatan ini tidak hanya ditunjukkan
melalui sikap maupun atitide keseharian karyawan, namun juga dari sisi psikologis
ataupun cara berpikir karyawan. Indikasi bahwa seseorang memiliki komitmen
organisasi adalah adanya rasa afeksi emosional seorang karyawan kepada organisasi
yang telah mempekerjakannya (Karim dan Rehman, 2012:93).
Teori mengenai komitmen organisasi yang kerap digunakan dalam
penelitian adalaha teori dalam Allen dan Meyer. Penelitian kali ini menggunakan
teori Allen dan Meyer guna memperoleh definisi dan pengukuran mengenai tingkat
komitmen karyawan terhadap organisasi. Allen dan Meyer (1990) menyatakan
bahwakomitmen organisasi membuat seorang karyawan memperoleh pencapaian
tertentu di dalam organisasi termasuk di dalamnya, cognition, involvement, dan
loyalitas dari karyawan tersebut (Dehkordi dkk, 2011 : p.813).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar