Jumat, 24 September 2021

Kepemimpinan Positif (skripsi dan tesis)

Dalam suatu organisasi, keberhasilan organisasi bergantung kepada potensi sumber daya manusia di dalamnya. Oleh karena itu keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung dari kemampuannya untuk membangun orangorang di sekitarnya (Rivai, 2013). Kepemimpinan memiliki banyak definisi yang tak terbatas dan yang menuju pada suatu tugas yang dipandang perlu oleh dunia. Richard L.Hughes, et al (Wirawan, 2013), berpendapat bahwa kepemimpinan merupakan suatu sains (science) dan seni (art). Aneka teori kepemimpinan menunjuk pada suatu definisi bahwa kepemimpinan adalah sebuah proses interaksi yang saling memengaruhi 15 antara pemimpin dengan para pengikutnya untuk merealisasikan visi. Proses ini memerlukan waktu, bukan sesuatu yang terjadi seketika (Wirawan, 2013). Kim Cameron menggambarkan pengaturan organisasi yang positif merupakan hasil proses ‘mengangkat’ atau meningkatkan kinerja umum melebihi harapan, menghasilkan sesuatu yang spektakuler, mengejutkan dan luar biasa (Carolyn, 2013). Pengaturan organisasi yang positif tidak lepas dari gaya kepemimpinan yang positif pula. Secara tradisional, sebagian besar teori kepemimpinan cenderung berorientasi secara positif dan menawarkan pula definisi kepemimpinan secara positif. Dalam Journal of World Business (Carolyn, 2013), Kepemimpinan Positif didefiniskan sebagai sifat, proses, dan perilaku disengaja yang sistematis dan terintegrasi dan merupakan manifestasi dan hasil kinerja yang meningkat, memberi hasil yang luar biasa dan afirmasi dari kekuatan, kemampuan dan potensi perkembangan pemimpin, para pengikutnya dan organisasi itu sendiri dari waktu ke waktu dan sesuai dengan konteksnya. Penjabaran dari definisi ini menunjukkan kebutuhan akan Kepemimpinan Positif yang sistematis dan terintegrasi. Selain itu adanya kebutuhan akan perseptif yang lebih luas dan penilaian yang terintegrasi dari berbagai komponen dari suatu sistem dalam rentang waktu dan batas-batas kontekstual. Pemimpin yang positif (dan juga organisasi) perlu terus memantau beberapa aspek nilai-nilai dan tindakan mereka, karena satu insiden negatif dapat merusak reputasi mereka untuk waktu yang lama (Carolyn, 2013). 16 Kepemimpinan Positif secara fakta juga dibangun di atas kombinasi sifatsifat yang stabil, mudah dibentuk, dan faktor situasional yang telah dibangun dalam literatur kepemimpinan yang masih ada. Sifat-sifat, proses, prilaku dan hasil kinerja yang terwujud di berbagai tingkatan, baik bagi pemimpin, anggota, dan juga organisasi tersebut (Carolyn, 2013). Teori dan praktek yang terintegrasi dapat diterapkan untuk membantu para pemimpin untuk menjadi lebih positif dan efektif dalam konteks global, sehingga diharapkan dapat mencapai tingkat keberhasilan yang benar-benar luar biasa. Aneka teori kepemimpinan berfokus pula pada kualitas hubungan antara pemimpin dan pengikut yang dapat menyebabkan rasa saling percaya, keterbukaan, dan kolaborasi, sangat relevan untuk saling merangkul, menghargai dan memanfaatkan keragaman ketika memimpin dalam konteks global. Maka dari itu, teori-teori kepemimpinan karismatik dan transformasional juga penting dalam menyoroti kebutuhan untuk mempengaruhi dan menginspirasi para anggota atau pengikutnya dan menyelaraskan tujuan mereka dengan visi pemimpin. Kepemimpinan transformasional menekankan perkembangan pengikutnya melalui pertimbangan individual dan intelektual sehingga mereka dapat menjadi lebih mandiri, yang sangat relevan untuk kepemimpinan global, di mana pemimpin mungkin harus memimpin dari kejauhan. Carolyn dan Luthan (Carolyn, 2013) berpendapat Kepemimpinan Positif secara tulus menghargai dan toleran terhadap aneka bentuk budaya. Keberagaman dipandang sejajar dan memandang permasalahan akibat perbedaan perlu diatasi atau dipecahkan dengan toleransi atau kadang bahkan dihindari.

Tidak ada komentar: