Selasa, 28 September 2021

Indikator-Indikator Self Management (skripsi dan tesis)

 Mengelola diri (self management) berarti menangani perasaan agar perasaan dapat terungkap dalam tingkatan yang terkendali (Goleman, 1995 dan 1998). Kecakapan ini sangat bergantung pada kesadaran diri seseorang. Orang-orang yang buruk kemampuannya dalam ketrampilan ini akan terus menerus bertarung melawan perasaan murung sedangkan orang yang dapat menangani perasaan dengan baik akan dapat bangkit kembali dengan jauh lebih cepat dari kemerosotan dan kejatuhan dalam kehidupan. Inti dari kemampuan ini bukan menjauhi perasaan yang tidak menyenangkan agar selalu bahagia namun tidak membiarkan perasaan menderita berlangsung tidak terkendali sehingga menghapus semua suasana hati yang menyenangkan. Dimensi ini terdiri dari enam kompetensi (Boyatzis, dalam Winarno, 2008) yaitu: 1) Self control (mengendalikan emosi-emosi gerakan-gerakan hati yang mengganggu) Seseorang yang memiliki kendali diri emosional dapat menemukan cara-cara mengelola perasaannya yang sedang terganggu oleh pihak lain atau atas dorongan-dorongan dirinya sendiri, dan bahkan dapat  menyalurkannya ke dalam cara-cara yang bermanfaat. Ciri individu yang memiliki kompetensi kendali diri emosional yang baik adalah orang yang tetap tenang dan berfikiran jernih ketika berada dalam tekanan tinggi atau ketika berada dalam suasana krisis atau seseorang yang tidak goyah meskipun berhadapan dengan situasi yang menantang ketahanannya. 2) Trustworthiness (menjaga standar-standar kejujuran dan integritas) Seseorang yang dapat dipercaya mempertahankan nilai-nilai yang diyakininya. Istilah lain dari kompetensi ini adalah transparansi, suatu keterbukaan yang sungguh-sungguh kepada orang lain mengenai perasaan, keyakinan, dan tindakan seseorang, yang memampukan seseorang untuk memiliki integritas. Orang semacam ini mengakui secara terbuka kesalahan yang diperbuat, menentang perilaku yang tidak etis kepada orang lain, dan tidak berpura-pura tidak tahu. 3) Conscientiousness (bertanggung-jawab terhadap prestasi pribadi) Orang dengan conscientiousness umumnya berhati-hati, dapat diandalkan, teratur, dan bertanggung jawab. Seseorang dengan conscientiousness memiliki nilai kebersihan dan ambisi. Selain itu mereka punya kontrol terhadap lingkungan sosial, berpikir sebelum bertindak, menunda kesenangan, taat aturan, terencana, terorganisir, dan memprioritaskan tugas. Orang-orang ini well organize, tepat waktu, dan ambisius. 29 4) Adaptability (fleksibel dalam menghadapi perubahan) Adaptabilitas merupakan kompetensi yang memampukan seseorang dapat menyesuaikan diri, dapat menghadapi berbagai tuntutan tanpa kehilangan fokus atau energi, dan tetap nyaman berada pada situasi-situasi yang tidak menentu yang sering tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan organisasi. Orang itu luwes dalam menyesuaikan dirinya dengan tantangan baru, cekatan dalam menyesuaikan dengan perubahan yang berlangsung cepat, dan berfikiran gesit ketika menghadapi realitas baru. 5) Achievement Orientation (berusaha keras untuk meningkatkan hasil) Mendorong prestasi membuat seseorang memiliki standar pribadi yang tinggi yang mendorongnya untuk terus melakukan perbaikan kinerja baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain, terutama ketika orang tersebut sedang memimpin. Orang dengan kompetensi ini bersikap pragmatis, menetapkan tujuan-tujuan yang terukur namun tetap menantang, dan mampu memperhitungkan resiko sehingga tujuan-tujuan yang dicita-citakan layak untuk dicapai. Ciri utama kompetensi ini adalah kesediaan untuk terus belajar dan membelajarkan berbagai cara untuk melakukan segala sesuatu dengan lebih baik. 6) Initiative (selalu siap bertindak setiap ada peluang) Kemampuan seseorang untuk menghasilkan sesuatu yang baru atau asli. Orang yang memiliki inisiatif ini mampu dalam menemukan peluang, menemukan ide, mengembangkan ide serta cara-cara baru 30 dalam memecahkan suatu problem. Aspek ini ditunjukkan dengan adanya ciri-ciri yaitu kemampuan untuk berpikir dan bertindak secara original serta kreatif

Tidak ada komentar: