Selasa, 28 September 2021

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja (skripsi dan tesis)


Beberapa hal yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja pada
karyawan menurut Robbins dan Judge (2018) ada empat faktor:
a. Rekan kerja yang mendukung
Individu mendapat sesuatu yang lebih dari pada sekadar uang
atau prestasi yang nyata dari pekerjaan. Untuk sebagian karyawan,
kerja memenuhi kebutuhan interaksi sosial. Oleh karena itu, memiliki
rekan-rekan kerja yang ramah dan mendukung mampu meningkatkan
kepuasan kerja. Memiliki rekan kerja yang mendukung akan membuat
karyawan merasa nyaman di tempat kerja. Lingkungan yang nyaman
tersebut membuat karyawan tidak mudah stress dan tertekan sehingga
mudah memperoleh kepuasan dalam bekerja.
b. Penghargaan yang sesuai
Karyawan menginginkan sistem bayaran yang mereka rasa adil
dan sesuai dengan harapan-harapan mereka. Ketika bayaran dianggap
adil, sesuai dengan tuntutan pekerjaan, tingkat keterampilan
individual, dan standar bayaran masyarakat, kemungkinan akan
tercipta kepuasan. Karyawan yang merasakan bahwa bayaran yang
diterimanya sesuai dengan apa yang diharapkan dan dikerjakan maka
akan menciptakan kepuasan dalam bekerja.
c. Kondisi lingkungan kerja yang mendukung
Karyawan berhubungan dengan lingkungan kerja mereka untuk
kenyamanan pribadi dan kemudahan melakukan pekerjaan yang baik.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa karyawan lebih menyukai
lingkungan fisik yang nyaman atau tidak berbahaya. Selain itu,
sebagian besar karyawan lebih menyukai bekerja relatif dekat dengan
rumah, mudah dijangkau dengan kendaraan dengan fasilitas yang
relatif modern dan bersih, serta dengan peralatan yang memadai.
Fasilitas yang memadai tersebut akan membantu karyawan
menyelesaikan pekerjaan dengan lebih mudah sehingga akan
memperoleh kepuasan dalam bekerja.
d. Pekerjaan yang menantang
Pada umumnya, individu lebih menyukai pekerjaan yang
memberi mereka peluang untuk menggunakan keterampilan dan
kemampuan serta memberi beragam tugas, kebebasan, dan umpan
balik tentang seberapa baik kerja mereka. Karakteristik-karakteristik
ini membuat kerja lebih menantang secara mental dan membuatnya
tertarik untuk menyelesaikan pekerjaannya. Apabila karyawan tertarik
dengan pekerjaannya maka akan menajdi motivasi untuk
menghasilkan pekerjaan yang berkualitas. Hasil pekerjaan yang
berkualitas akan membuat dirinya bangga dan puas dengan
pekerjaannya.
Marliani (2015) mengemukakan faktor penentu kepuasan kerja antara
lain:
a. Pekerjaan itu sendiri
Setiap pekerjaan memerlukan keterampilan tetentu sesuai dengan
bidang masing-masing. Sulit atau tidaknya pekerjaan serta perasaan
seseorang bahwa keahliannya dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan
tersebut akan meningkatkan atau mengurangi kepuasan kerja.
b. Hubungan dengan atasan
Hubungan fungsional mencerminkan sejauh mana atasan
membantu karyawan untuk memuaskan nilai-nilai pekerjaan yang
penting bagi karyawan. Hubungan antar keseluruhan didasarkan pada
ketertarikan antarpribadi yang mencerminkan sikap dasar dan nilainilai yang serupa, misalnya keduanya mempunyai pandangan hidup
yang sama. Tingkat kepuasan kerja yang paling besar dengan atasan
adalah jika kedua jenis hubungan positif. Jika atasan memiliki ciri
pemimpin yang transformasional, motivasi karyawan akan meningkat
dan merasa puas dengan pekerjaanya.
c. Teman sekerja
Merupakan faktor yang berkaitan dengan hubungan dan komunikasi
antara karyawan dan atasan, dengan sesama karyawan, baik yang
sama maupun yang berbeda jenis pekerjaannya. Adanya komunikasi
yang baik antar karyawan akan membuat situasi kerja menjadi
nyaman. Situasi yang nyaman membuat karyawan tidak mudah
merasa tertekan saat menyelesaikan pekerjaan sehingga akan merasa
puas dalam bekerja.
d. Promosi
Merupakan faktor yang berhubungan dengan ada atau tidaknya
kesempatan untuk memperoleh peningkatan karier selama bekerja.
Memiliki kesempatan yang sama dengan seluruh karyawan untuk
mendapat kenaikan jabatan membuat karyawan merasa diperhatikan
dan diperlakukan secara adil sehingga akan merasakan kepuasan
dalam bekerja.
e. Gaji atau upah
Merupakan faktor pemenuhan kebutuhan hidup karyawan yang
dianggap layak atau tidak. Apabila gaji yang diterima karyawan
tersebut dirasakan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya makan akan
merasa puas dalam bekerja.
Kreitner & Kinicki (2003) mengungkapkan faktor-faktor yang
mempengaruhi kepuasan kerja antara lain:
a. Pemenuhan kebutuhan
Kepuasan ditentukan oleh tingkatan karakteristik pekerjaan
memberikan kesempatan pada individu untuk memenuhi
kebutuhannya. Apabila kebutuhan hidup dapat terpenuhi akibat dari
pekerjaan yang dihasilkan maka seorang karyawan akan merasakan
kepuasan dalam bekerja.
b. Perbedaan
Kepuasan merupakan hasil dari pemenuhan harapan. Pemenuhan
harapan mencerminkan perbedaan antara sesuatu yang diharapkan dan
sesuatu yang diperoleh individu dari pekerjaannya. Apabila harapan
lebih besar dari yang diterima, individu cenderung tidak puas.
Sebaliknya, individu akan puas apabila manfaat yang diterima di atas
harapan.
c. Pencapaian nilai
Kepuasan merupakan hasil persepsi pekerjaan memberikan
pemenuhan nilai kerja individu yang penting. Pekerjaan yang
dianggap penting sesuai dengan nilai yang dianut dalam diri karyawan
akan membuat dirinya merasa puas apabila pekerjaannya sesuai
dengan nilai yang dimilikinya.
d. Keadilan
Kepuasan merupakan fungsi seberapa adil individu diperlakukan
ditempat kerja. Seberapa keadilan yang dirasakan oleh karyawan
tanpa merasa dibeda-bedakan dengan karyawan lain akan membuat
dirinya merasa lebih puas dengan pekerjaannya.
e. Komponen genetik
Kepuasan kerja merupakan fungsi sifat pribadi dan faktor
genetik. Hal ini menyiratkan perbedaan sifat individu mempunyai arti
penting untuk menjelaskan kepuasan kerja disamping karakteristik
lingkungan pekerjaan.
Dari pemaparan faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja di atas
maka dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja
terdiri dari rekan kerja yang mendukung, pekerjaan yang menantang,
penghargaan yang sesuai, kondisi lingkungan yang mendukung. Selain itu
faktor lainya adalah pekerjaan itu sendiri, hubungan dengan atasan, teman
sekerja, promosi, pemenuhan kebutuhan, perbedaan, pencapaian nilai,
keadilan, dan komponen genetik.

Tidak ada komentar: