Herzberg (dalam Robbins & Judge, 2018) mengemukakan beberapa
aspek kepuasan kerja antara lain:
a. Prestasi kerja
Keberhasilan karyawan menyelesaikan tugas serta mencapai
prestasi yang tinggi. Hal ini berkaitan dengan karyawan dalam
menghasilkan output yang lebih baik bagi perusahaan, berkualitas, dan
tepat waktu.
b. Pengakuan
Besar kecilnya penghormatan atau pengakuan dari atasan yang
diberikan kepada karyawan atas kinerjanya. Hal ini berkaitan dengan
ada atau tidaknya kemampuan atasan untuk mendengar, memahami,
dan mengakui pendapat atas hasil pekerjaan karyawan.
c. Pekerjaan itu sendiri
Besar kecilnya tantangan yang dirasakan oleh karyawan, minat
terhadap pekerjaan, perhatian terhadap keselamatan kerja, variasi di
dalam pekerjaan, pengaturan waktu kerja, dan rasa memiliki terhadap
organisasi.
d. Tanggung jawab
Besar kecilnya beban dan tanggung jawab yang diemban atau
dimiliki karyawan terhadap tugasnya. Karyawan yang diberikan
tanggungjawab yang sesuai dengan kemampuannya membuat
karyawan merasa dipercaya.
e. Promosi
Kesempatan untuk maju atau memperoleh peningkatan jabatan
dalam karir selama bekerja. Adanya kesempatan yang sama yang
diliki oleh seluruh karyawan untuk dapat memperoleh peningkatan
jabatan.
f. Pengembangan potensi individu
Ada atau tidaknya kesempatan untuk memperoleh pengembangan
diri atau peningkatan kemampuan karyawan selama bekerja. Berkaitan
dengan ada atau tidaknya pelatihan maupun kegiatan yang diberikan
oleh pihak perusahaan untuk meningkatkan pengetahuan maupun
pengalaman karyawan.
Jewell dan Siegall (dalam Prestawan, 2010) beberapa aspek dalam
mengukur kepuasan kerja adalah:
a. Aspek psikologis yaitu kepuasan kerja yang berhubungan dengan
kejiwaan karyawan meliputi minat terhadap pekerjaan, ketentraman
dalam kerja, sikap terhadap kerja, bakat dan keterampilan.
b. Aspek fisik yaitu berhubungan dengan kondisi fisik lingkungan kerja
dan kondisi fisik karyawan meliputi jenis pekerjaan, pengaturan waktu
kerja, pengaturan waktu istirahat, keadaan ruangan, suhu udara,
penerangan, pertukaran udara, kondisi kesehatan karyawan dan umur.
c. Aspek sosial yaitu berhubungan dengan interaksi sosial, baik antar
sesama karyawan dengan atasan maupun karyawan yang berbeda jenis
pekerjaannya serta hubungan dengan anggota keluarga.
d. Aspek finansial yaitu berhubungan dengan jaminan serta
kesejahteraan karyawan yang meliputi sistem dan besar gaji, jaminan
sosial, tunjangan, fasilitas dan promosi.
Dari pemaparan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa kepuasan
kerja terdiri dari aspek prestasi, pengakuan, pekerjaan itu sendiri, tanggung
jawab, promosi, pengembangan potensi individu. Selain itu aspek
psikologis, aspek fisik, aspek sosial dan aspek finansial. Dalam penelitian
ini, peneliti menggunakan aspek kepuasan kerja yang mengacu pada teori
Herzberg (dalam Robbins & Judge, 2018) yaitu prestasi kerja, pengakuan,
pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab, promosi, dan pengembangan potensi
individu sebagai acuan untuk membuat alat ukur tentang kepuasan kerja
karyawan karena aspek ini dipercaya sebagai sumber kepuasan kerja secara
keseluruhan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar