Selasa, 28 September 2021

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Psychological Well-Being (skripsi dan tesis)

 Ada beberapa faktor – faktor yang mempengaruhi psichological wellbeing antara lain (Ryff dalam Liwarti, 2013): a. Usia Usia menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi psychological wellbeing pada aspek penerimaan diri, otonomi, penguasaan lingkungan dan hubungan baik dengan orang lain. Terdapat peningkatan psychological well-being pada usia yang semakin dewasa. Sedangkan pada tujuan hidup dan pertumbuhan pribadi menunjukkan penurunan pada setiap periode kehidupan usia dewasa. Perbedaan usia ini terbagi menjadi tiga fase kehidupan dewasa yakni, dewasa muda, dewasa tengah dan dewasa akhir, dimana dewasa tengah memiliki tingkat psychological well-being lebih tinggi dibanding dengan dewasa awal dan dewasa akhir (Pappalia at al., 2009). b. Tingkat pendidikan Tingkat pendidikan, salah satu faktor yang mempengaruhi psychological well-being. Individu yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih baik, pengenalan lingkungan lebih baik dan psychological well-beingjuga lebih baik.Tingkat pendidikan meletakkan individu pada posisi tertentu di sebuah struktur sosial. c. Jenis Kelamin Perbedaan jenis kelamin memberikan pengaruh pada psychological well being seseorang dimana wanita cenderung memiliki psychologicall well-being lebih tinggi dibanding dengan laki-laki. Hal ini berkaitan dengan aktifitas sosial yang dilakukan. Wanita cenderung lebih memiliki hubungan interpersonal yang lebih baik dari pada laki-laki. d. Status Sosial Ekonomi Faktor status sosial ekonomi menjadi sangat penting dalam peningkatan psychological well being, bahwa tingkat keberhasilan dalam pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik, menunjukkan tingkat psychological well-being juga lebih baik. Status sosial ekonomi berhubungan dengan dimensi penerimaan diri, tujuan hidup, penguasaan lingkungan dan pertumbuhan pribadi. Status sosial ekonomi mempengaruhi kesejahteraaan psikologis seseorang seperti besarnya income keluarga, tingkat pendidikan, keberhasilan pekerjaan, kepemilikan materi dan status sosial di masyarakat. e. Dukungan Sosial Lingkungan individu terutama keluarga sangat berpengaruh pada psychological well-being seseorang. Dukungan sosial dari keluarga terdekat atau dari lingkungannya, menjadikan seseorang lebih bisa menerima, hubungan baik lebih terjaga dan hal ini dapat berpengaruh pada peningkatan psychological well-being seseorang. Bimbingan dan arahan dari orang lain (generativity) memiliki peran yang penting pada psychological well-being. Dimana individu yang pada masa kecilnya memiliki hubungan yang baik dengan orang tua dan mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari orang tua memiliki psychological wellbeing yang baik pada masa dewasa. Wanita yang mendapat dukungan sosial yang baik dari keluarganya melaporkan memiliki kepuasan hidup dan psychological well-being yang lebih tinggi dari pada laki-laki. f. Kepribadian Kepribadian merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam kesejahteraan menemukan keterbukaan merupakan salah satu faktor yang secara signifikan mempengaruhi kesejahteraan terutama dimensi demografis. Sifat low neuroticism, ekstrovert dan conscientiousness, berpengaruh pada psychological well-being khususnya pada penerimaan diri, penguasaan lingkungan dan tujuan hidup. Meskipun demikian aspekaspek psychological well-being yang lain juga berkorelasi dengan kepribaian yang lainya. Sifat keterbukaan terhadap pengalaman baru dan ekstovert pertumbuhan diri, sedangkan agreeableness berpengaruh pada hubungan positif dengan orang lain dan dimensi otonomi berkorelasi dengan beberapa kepribadian namun yang paling menonjol adalah neurotik. g. Spiritualitas Spiritualitas berkaitan dengan psychological well-being terutama pada aspek pertumbuhan pribadi dan hubungan positif dengan orang lain.Spiritualitas merupakan sumberdaya dalam mempertahankan psychological well-being terutama ketika kondisi kesehatan memburuk. Spiritualitas sebagai faktor yang efektif untuk meningkatkan psychological well-being, dimana individu yang merasa mendapatkan dukungan spiritual cenderung mempunyai psychological well-being yang tinggi dan dapat mengurangi angka mempercepat kematian 

Tidak ada komentar: