Rabu, 01 September 2021

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Intensi (skripsi dan tesis)

Berwirausaha Faktor-faktor yang mempengaruhi intensi berwirausaha menurut Ariyani (2016), yaitu : a. Efikasi Diri Efikasi diri adalah evaluasi tentang kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menyelesaikan tugas dan mengatasi tantangan. (Chen, dalam Ariyani 2016) berpendapat bahwa efikasi diri sebagai suatu kekuatan dan kepercayaan seseorang yang mampu menunjukkan kinerjanya dalam berbagai peran dan tugas kewirausahaan. Efikasi diri dapat diukur dengan dimensi seperi kepercayaan diri, memiliki jiwa kepemimpinan dan kematangan mental. b. Norma Subjektif Norma subjektif adalah aturan atau tuntutan dari seseorang yang berada dekat dengan individu dalam hal berwirausaha, sehingga mengikuti saran dari orang tersebut. Menurut (Suryana, dalam Ariyani 2016) keberhasilan wirausahawan didorong dengan adanya dukungan dari luar yaitu orang tua, teman ataupun jaringan kelompok. Dukungan dari orang terdekat dapat mengarahkan seseorang untuk menjadi wirausaha. Keadaan lingkungan yang serba tidak pasti menyebabkan seseorang didorong oleh orang sekitar untuk berwirausaha. Ketidakbebasan dalam bekerja diperusahaan menyebabkan orang-orang terdekat memberi masukan untuk berwirausaha. Dengan dorongan dari keluarga dan lingkungan sekitar menyebabkan faktor norma subjektif berpengaruh terhadap intensi kewirausahaan. c. Pendidikan Pentingnya pendidikan dikemukakan oleh Holt (dalam Rahmawati, 2000) yang mengatakan bahwa pendidikan kewirausahaan akan membentuk individu untuk mengejar karir kewirausahaan. Pendidikan formal memberikan pemahaman yang lebih baik tentang proses kewirausahaan, tentang yang dihadapinya para pendiri usaha baru dan masalah-masalah yang harus diatasi agar berhasil. Faktor-faktor yang mempengaruhi intensi berwirausaha selanjutnya di kemukakan oleh Indarti dan Kristiansen (2003), yaitu : a. Faktor Demografis Mazzarol (dalam Nurul dan Rokhima, 2008) mengungkapkan bahwa beberapa penelitian mendukung faktor demografis berpengaruh terhadap keinginan seseorang untuk menjadi wirausaha yaitu meliputi gender, umur, pendidikan dan pengalaman seseorang. b. Faktor karakteristik kepribadian Mc Clelland (dalam Nurul dan Rokhima, 2008) memperkenalkan bahwa konsep kebutuhan akan berprestasi sebagai salah satu motif psikologis. Lebih lanjut, Mc Clelland menegaskan bahwa kebutuhan akan prestasi sebagai salah satu karakteristik kepribadian seseorang yang akan mendorong seseorang untuk memiliki intensi kewirausahaan. Friedman dan Shustack (2008) menjelaskan bahwa “seseorang yang memiliki kebutuhan akan berprestasi mempunyai kecenderungan untuk tekun bahkan terdorong untuk memenuhi tugas yang diembankan pada dirinya”. Faktor efikasi diri menurut Lambing dan Kuehl (2003) yaitu bahwa “efikasi diri berpengaruh terhadap intensi berwirausaha seseorang”. Rauch dan Frese (2000) juga mengungkapkan bahwa salah satu faktor keberhasilan dalam berwirausaha adalah Locus of Control dan Locus of Control yang berperan adalah internal. c. Faktor elemen kontekstual Faktor yang ketiga yaitu elemen kontekstual. Menurut Indarti (Nurul dan Rokhima, 2008) bahwa “elemen kontekstual yang meliputi tiga faktor lingkungan yang dipercaya mempengaruhi wirausaha yaitu akses mereka kepada modal, informasi dan kualitas jaringan sosial yang dimiliki, yang kemudian disebut kesiapan instrumen”. Berdasarkan uraian yang sudah dipaparkan sebelumnya, terdapat tiga faktor yang mempengaruhi intensi berwirausaha menurut Ariyani (2016) yaitu efikasi diri, norma subjektif, dan pendidikan, selain itu intensi berwirausaha terbagi dalam tiga faktor lainnya menurut Indarti dan Kristiansen (2003) yaitu faktor demografis, faktor karakteristik kepribadian, dan faktor elemen kontekstual. Dari uraian yang telah dikemukakan di atas, peneliti menggunakan faktor yang mempengaruhi intensi berwirausaha dari Ariyani (2016) yaitu efikasi diri. Lebih lanjut, efikasi diri dapat berkorelasi dengan berbagai variabel, salah satunya adalah intensi berwirausaha. Menurut Chen (dalam Ariyani 2016) efikasi diri sebagai suatu kekuatan dan kepercayaan seseorang yang mampu menunjukkan kinerjanya dalam berbagai peran dan tugas kewirausahaan. Hal tersebut, sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Karimah (2016) yaitu terdapat hubungan positif antara efikasi diri dengan intensi berwirausaha pada mahasiswa, begitu pula dari hasil penelitian Putri (2010) yang mengungkapkan bahwa efikasi diri terbukti dapat mempengaruhi intensi berwirausaha pada mahasiswa. Hal tersebut juga didukung berdasarkan hasil wawancara dan dilihat dari tempat penelitian. Oleh karena itu, intensi berwirausaha akan menjadi satu faktor dominan dan variabel bebas dalam penelitian ini.

Tidak ada komentar: