Rabu, 01 September 2021

Aspek-aspek Intensi Berwirausaha (skripsi dan tesis)

Aspek-aspek intensi berwirausaha menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB) yang merupakan perluasan dari Theory of Reasoned Action (TRA). Pada TRA dijelaskan bahwa intensi seseorang terhadap perilaku dibentuk oleh dua faktor utama yaitu attitude toward the behavior dan subjective norms (Fishbein dan Ajzen, 1975). Sedangkan dalam TPB ditambahkan satu faktor lagi yaitu perceived behavioral control (Ajzen, 1991). TPB sangat sesuai digunakan untuk menjelaskan berbagai perilaku kewirausahaan. Adapun tiga aspek intensi berwirausaha yang menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB) menurut Fishbein dan Ajzen (1991), yaitu : a. Keyakinan individu Merupakan dasar bagi pembentukan norma subjektif. Sikap terhadap perilaku meliputi keyakinan individu bahwa menampilkan atau tidak menampilkan perilaku tertentu akan menghasilkan akibat-akibat atau hasil-hasil tertentu dan merupakan aspek pengetahuan individu tentang objek. Sikap dapat berupa opini individu yang belum tentu sesuai dengan kenyataan. Sikap adalah evaluasi kepercayaan atau perasaan positif atau negatif dari individual jika harus melakukan perilaku tertentu (Fishbein dan Ajzen, 1975). b. Keyakinan normatif Keyakinan normatif merupakan keyakinan individu pada orang sekitarnya dan motivasi untuk mengikuti norma tersebut. Keyakinan tersebut menuju pada pandangan seseorang terhadap tekanan sosial (kepercayaan orang lain) yang akan mempengaruhi niat untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku. Pada norma subjektif meliputi keyakinan akan harapan dan harapan non referen. Keyakinan akan harapan merupakan pandangan pihak lain yang dianggap penting oleh individu, yang menyarankan individu untuk menampilkan atau tidak menampilkan perilaku tertentu, serta motivasi untuk mematuhi harapan normatif referen merupakan kesediaan individu untuk melaksanakan atau tidak melaksanakan pendapat atau pikiran pihak lain, yang dianggap penting. c. Kontrol perilaku Kontrol perilaku merupakan dasar bagi pembentukan kontrol perilaku yang dipersepsikan. Kontrol perilaku yang dipersepsi merupakan persepsi terhadap kekuatan faktor-faktor yang dapat memudahkan atau faktor yang menyulitkan perilaku tertentu. Kontrol perilaku persepsian merefleksikan pengalaman masa lalu dan juga mengantisipasi halangan-halangan yang ada. Berdasarkan uraian yang sudah dipaparkan sebelumnya, terdapat tiga aspek intensi berwirausaha menurut Fishbein dan Ajzen (1991) yaitu keyakinan individu, keyakinan normatif, dan kontrol perilaku. Aspek- aspek yang dikemukakan oleh Fishbein dan Ajzen (1991) tersebut dipilih sebagai acuan yang digunakan untuk mengukur intensi berwirausaha pada mahasiswa tingkat akhir Program Studi Psikologi di Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Peneliti memiliki pertimbangan dalam memilih aspek tersebut yaitu didukung berdasarkan hasil dari wawancara dan dilihat dari kondisi yang akan dijadikan tempat penelitian. Selain itu, ketiga aspek tersebut mampu mengungkap intensi kewirausahaan pada mahasiswa tingkat akhir.

Tidak ada komentar: