Rabu, 01 September 2021

Pengertian Intensi Berwirausaha pada Mahasiswa Tingkat Akhir (skripsi dan tesis)

Kata intensi berasal dari bahasa latin yang berarti langkah awal untuk menuju suatu target. Menurut Bandura (2002) intensi merupakan kebulatan tekad dalam melakukan aktivitas yang dilatar belakangi motivasi seseorang untuk bertindak. Chaplin (2006) mendefinisikan intensi sebagai suatu perjuangan untuk mencapai tujuan, prosesnya disadari, tercakup kognisi (merasa dan menerima), konasi (usaha, kemauan, hasrat dan keinginan) dan perasaan (suka atau benci). Lebih lanjut, dalam Theory of Planned Behavior (TPB) dan Theory of Reasoned Action (TRA), intensi merupakan antecedent dari perilaku yaitu menjembatani antara sikap seseorang dengan perilaku yang akan dilakukan. Berikutnya kata berwirausaha dalam bahasa Inggris diistilahkan sebagai entrepreneur. Menurut Abas, Sudaryono, dan Saefullah (2007) entrepreneur adalah seseorang yang dapat menciptakan nilai melalui pengenalan dalam manajemen pengambilan resiko maupun mobilisasi manusia, ketrampilan komunikasi, uang dan bahan baku agar berwirausaha terlaksana dengan baik. Sukardi (1984) menyatakan bahwa berwirausaha menuju pada kepribadian tertentu, yakni pribadi yang mampu berdiri diatas kekuatan sendiri, sehingga mampu mengambil keputusan dan dapat menetapkan tujuan yang ingin dicapai atas dasar tekad dalam pertimbangan untuk memulai usahanya sendiri. Tekad dalam pertimbangan seseorang untuk memulai usahanya mengarah pada intensi berwirausaha (Reynolds & Miller dalam Tung, 2011). Menurut Fishbein dan Ajzen (1991) intensi berwirausaha merupakan keyakinan individu yang menunjukkan perasaan positif untuk dapat menghadapi berbagai rintangan dalam memulai suatu usaha. Ajzen (dalam Tung, 2011) menyatakan intensi berwirausaha merupakan jembatan antara sikap seseorang terhadap kewirausahaan dengan perilaku kewirausahaannya, sehingga dapat memprediksi perilaku kewirausahaannya. Santoso (1995) menyatakan intensi adalah indikasi dari seberapa keras seseorang berusaha dan seberapa banyak usaha yang dilakukan agar perilaku yang diinginkan dapat dilakukan. Hal yang dapat dilakukan tersebut seperti seberapa kuat seseorang memiliki intensi berwirausaha dalam dirinya. Intensi berwirausaha terdapat pada diri siapa saja, salah satunya terdapat pada diri mahasiswa. Mahasiswa adalah kalangan muda yang mengalami peralihan dari tahap remaja ke tahap dewasa. Sosok mahasiswa kental dengan berbagai nuansa kedinamisan dan sikap keilmuannya terhadap memandang segala sesuatu berdasarkan kenyataan objektif, sistematis dan rasional (Susantoro dalam Siregar, 2006). Ismie (2006) membagi mahasiswa menjadi tiga angkatan, yakni mahasiswa tingkat awal, menengah dan akhir. Mahasiswa tingkat awal adalah mahasiswa baru yang sedang menempuh perkuliahan pada tahun pertama di Universitas. Mahasiswa tingkat menengah adalah mahasiswa pada tahun kedua dan ketiga sedangkan mahasiswa tingkat akhir ialah mahasiswa pada tahun keempat. Mahasiswa diatas tahun keempat juga bisa disebut dengan mahasiswa tingkat akhir. Angkatan mahasiswa yang menarik perhatian adalah mahasiswa pada tingkat akhir, karena permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa tingkat akhir cukup banyak. Mulai dari proses penyelesaian tugas akhir atau skripsi untuk memperoleh gelar sarjana, adanya tuntutan dari lingkungan untuk dapat hidup mandiri sampai pada masa permasalahan pekerjaan maupun berwirausaha setelah lulus dari universitas (Hartono, 2007). Mahasiswa tingkat akhir juga kurang dibekali ilmu kewirausahaan karena hanya terfokus dan dituntut pada tugas penyelesaian skripsinya saja. Hal tersebut sesuai dengan yang dikatakan oleh Ismie (2006) bahwa mahasiswa tingkat akhir adalah mahasiswa yang memasuki tahun ke empat perkuliahan dan tengah menyelesaikan tugas akhir atau skripsi. Oleh karena itu, intensi berwirausaha pada mahasiswa tingkat akhir merupakan seberapa jauh mahasiswa dapat representasi kognitif untuk mengeksploitasi peluang bisnis dengan menerapkan pembelajaran kewirausahaan (pengetahuan dan ketrampilan (Loi Chong Tung, 2011). Intensi berwirausaha merupakan niat mahasiswa tingkat akhir dalam representasi dari tindakan yang direncanakan untuk melakukan perilaku kewirausahaan, maka sebelum mahasiswa tingkat akhir memulai suatu usaha (berwirausaha) dibutukan suatu komitmen yang kuat untuk mengawalinya (Tubbs & Ekeberg, 1991). Berdasarkan pengertian yang telah dibahas oleh beberapa ahli, maka dapat disimpulkan bahwa intensi berwirausaha pada mahasiswa tingkat akhir merupakan sejauh mana tekad mahasiswa tingkat akhir untuk melakukan tindakan agar dapat memulai berwirausaha.

Tidak ada komentar: