A. House Of Risk Fase 1 (Fase Identifikasi Resiko)
Menurut Kusnindah Dkk (2014) HOR fase 1 merupakan tahapan
awal dapat metode House Of Risk, dimana HOR fase 1 ini merupakan
fase identifikasi Resiko yang digunakan untuk menentukan agen Resiko
yang harus diberikan prioritas untuk tindakan pencegahan. Langkahlangkah dalam HOR fase 1 ini yaitu identifiaksi Resiko dan penilaian
Resiko yang meliputi penilaian tingkat dampak (severity), penilaian
tingkat kemunculan (occurance), penilaian korelasi (correlation) dan
perhitungan nilai Aggregate Risk Potential (ARP), sehingga dapat
diketahui agen Resiko yang akan diberi tindakan pencegahan dengan
mengurutkan nilai ARP. Berikut merupakan penjabaran dari proses House Of Risk Fase 1 :
Identifikasi Resiko
Menurut Dewi dan Nyoman (2010) identifikasi resiko merupakan
tahapan yang bertujuan untuk mengidentifikasi Resiko yang akan
ditangani. Proses identifikasi harus melibatkan Resiko baik yang
terkontrol maupun tidak terkontrol oleh perusahaan. Dalam tahap
ini akan dihasilkan suatu daftar Resiko yang didapat dari
identifikasi sumber Resiko, apa saja yang menjadi Resiko (what),
32
dimanakah Resiko tersebut muncul/ditemukan (where), bagaimana
Resiko tersebut timbul di tempat tersebut (how) dan mengapa
Resiko tersebut timbul (why), yang Resiko tersebut berdampak
terhadap pencapaian sasaran dan tujuan perusahaan. Pada
identifikasi resiko yang lebih rinci, akan menghasilkan kejadiankejadian resiko (risk event) dan penyebab resiko (risk agent).
Menurut Dyah dan Nur (2017) Mengidentifikasi kejadian Resiko
yang bisa terjadi pada setiap bisnis proses. Kejadian Resiko
diletakkan di kolom kiri dan dinyatakan dengan
. Memperkirakan
dampak dari beberapa kejadian Resiko (jika terjadi). Tingkat
keparahan dari kejadian Resiko diletakkan di kolom sebelah kanan
dari tabel dan dinyatakan sebagai
. Identifikasi sumber Resiko
dan menilai kemungkinan kejadian tiap sumber Resiko. Sumber
Resiko (risk agent) ditempatkan dibaris atas tabel dan dihubungkan
dengan kejadian baris bawah dengan notasi
.
Penilaian Resiko
Menurut Kusnindah Dkk (2014) Penilaian Resiko meliputi
penilaian tingkat dampak (severity) dari kejadian Resiko yang telah
diidentifikasi, penilaian tingkat kemunculan kejadian (occurance)
dari agen Resiko, dan penilaian tingkat korelasi (correlation)
antara kejadian Resiko dan agen Resiko.
Tahap selanjutnya adalah mengembangkan hubungan matriks.
Menurut Ulfa dkk (2016) Keterkaitan antar setiap sumber Resiko
dan setiap kejadian Resiko, (0, 1, 3, 9) dimana 0 menunjukkan
tidak ada korelasi dan 1, 3, 9 menunjukkan berturut-turut rendah,
sedang dan korelasi tinggi.
Tahap berikutnya adalah perhitungan nilai indeks prioritas
resiko/Aggregate Risk Potential (ARP). Lutfi dan Irawan (2012)
menjelaskan, indeks prioritas ini akan digunakan sebagai bahan
pertimbangan untuk menentukan prioritas penanganan risio yang
nantinya akan menjadi input dalam HOR fase 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar