Selasa, 06 Juli 2021

Tahap-Tahap House Of Risk (skripsi dan tesis)

 A. House Of Risk Fase 1 (Fase Identifikasi Resiko) Menurut Kusnindah Dkk (2014) HOR fase 1 merupakan tahapan awal dapat metode House Of Risk, dimana HOR fase 1 ini merupakan fase identifikasi Resiko yang digunakan untuk menentukan agen Resiko yang harus diberikan prioritas untuk tindakan pencegahan. Langkahlangkah dalam HOR fase 1 ini yaitu identifiaksi Resiko dan penilaian Resiko yang meliputi penilaian tingkat dampak (severity), penilaian tingkat kemunculan (occurance), penilaian korelasi (correlation) dan perhitungan nilai Aggregate Risk Potential (ARP), sehingga dapat diketahui agen Resiko yang akan diberi tindakan pencegahan dengan mengurutkan nilai ARP. Berikut merupakan penjabaran dari proses House Of Risk Fase 1 :  Identifikasi Resiko Menurut Dewi dan Nyoman (2010) identifikasi resiko merupakan tahapan yang bertujuan untuk mengidentifikasi Resiko yang akan ditangani. Proses identifikasi harus melibatkan Resiko baik yang terkontrol maupun tidak terkontrol oleh perusahaan. Dalam tahap ini akan dihasilkan suatu daftar Resiko yang didapat dari identifikasi sumber Resiko, apa saja yang menjadi Resiko (what), 32 dimanakah Resiko tersebut muncul/ditemukan (where), bagaimana Resiko tersebut timbul di tempat tersebut (how) dan mengapa Resiko tersebut timbul (why), yang Resiko tersebut berdampak terhadap pencapaian sasaran dan tujuan perusahaan. Pada identifikasi resiko yang lebih rinci, akan menghasilkan kejadiankejadian resiko (risk event) dan penyebab resiko (risk agent). Menurut Dyah dan Nur (2017) Mengidentifikasi kejadian Resiko yang bisa terjadi pada setiap bisnis proses. Kejadian Resiko diletakkan di kolom kiri dan dinyatakan dengan . Memperkirakan dampak dari beberapa kejadian Resiko (jika terjadi). Tingkat keparahan dari kejadian Resiko diletakkan di kolom sebelah kanan dari tabel dan dinyatakan sebagai . Identifikasi sumber Resiko dan menilai kemungkinan kejadian tiap sumber Resiko. Sumber Resiko (risk agent) ditempatkan dibaris atas tabel dan dihubungkan dengan kejadian baris bawah dengan notasi .  Penilaian Resiko Menurut Kusnindah Dkk (2014) Penilaian Resiko meliputi penilaian tingkat dampak (severity) dari kejadian Resiko yang telah diidentifikasi, penilaian tingkat kemunculan kejadian (occurance) dari agen Resiko, dan penilaian tingkat korelasi (correlation) antara kejadian Resiko dan agen Resiko.  Tahap selanjutnya adalah mengembangkan hubungan matriks. Menurut Ulfa dkk (2016) Keterkaitan antar setiap sumber Resiko dan setiap kejadian Resiko, (0, 1, 3, 9) dimana 0 menunjukkan tidak ada korelasi dan 1, 3, 9 menunjukkan berturut-turut rendah, sedang dan korelasi tinggi.  Tahap berikutnya adalah perhitungan nilai indeks prioritas resiko/Aggregate Risk Potential (ARP). Lutfi dan Irawan (2012) menjelaskan, indeks prioritas ini akan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan prioritas penanganan risio yang nantinya akan menjadi input dalam HOR fase 2

Tidak ada komentar: