Selasa, 06 Juli 2021

Sumber-Sumber Resiko (skripsi dan tesis)

Sebuah resiko bisa memiliki sumber yang mana kejadian resiko bisa terjadi, menurut Sepullah (2017) jenis-jenis resiko sebagai berikut: 1) Operational Risk, merupakan resiko yang berhubungan dengan kegiatan operasional yang ada di perusahaan. Potensi penyimpangan dari hasil yang diharapkan karena tidak berfungsinya suatu sistem, teknologi, SDM, atau faktor lainnya. Resiko operasional dapat dibedakan menjadi lima, yaitu sebagai berikut. a. Resiko Produktivitas, berkaitan dengan penyimpangan hasil atau tingkat produktivitas yang diharapkan karena adanya penyimpangan dari variabel yang mempengaruhi produktivitas, termasuk di dalamnya adalah teknologi, peralatan, material, dan SDM. b. Resiko Teknologi, potensi penyimpangan hasil karena teknologi yang digunakan tidak sesuai kondisi. c. Resiko Inovasi, merupakan potensi penyimpangan hasil karena terjadinya pembaharuan, modernisasi, atau transformasi dalam beberapa aspek bisnis. d. Resiko Sistem, merupakan bagian dari resiko proses yaitu penyimpangan hasil karena adanya cacat atau ketidaksesuaian sistem dalam operasi perusahaan. 2) Financial Risk, merupakan resiko yang berdampak pada kinerja finansial perusahaan. Resiko finansial dapat dibedakan menjadi lima, yaitu sebagai berikut. a. Resiko Keuangan, merupakan fluktuasi target keuangan atau ukuran manometer perusahaan karena gejolak berbagai variabel makro. b. Resiko Likuiditas, merupakan ketidakpastian atau kemungkinan perusahaan tidak dapat memnuhi kewajiban pembayaran jangka pendek atau pengeluaran tidak terduga. Resiko ini juga dapat didefinisikan 24 sebagai kemungkinan penjualan suatu asset perusahaan dengan diskon yang tinggi karena sulitnya mencari pembeli. c. Resiko Kredit, merupakan resiko di mana debitur dan pembeli secara kredit tidak dapat membayar hutang dan memenuhi kewajiban seperti yang tertuang dalam kesepakatan. d. Resiko Pasar, berkaitan dengan potensi penyimpanan hasil keuangan karena pergerakan variabel pasar selama proses likuidasi dan perusahaan harus secara rutin melakukan penyesuaian terhadap pasar (mark to market). Resiko ini dibedakan menjadi resiko suku bunga, resiko nilai tukar, resiko komoditas, dan resiko ekuitas. e. Resiko Permodalan, berupa kemungkinan yang tidak dapat menutupi kerugian. 3) External Risk, merupakan potensi penyimpangan hasil pada eksposur korporat dan strategis bisa berdampak pada potensi penutupan usaha karena pengaruh dari faktor eksternal. Resiko eksternalitas dapat dibedakan menjadi empat, yaitu sebagai berikut. a. Resiko Reputasi, merupakan potensi hilangnya atau hancurnya reputasi perusahaan karena penerimaan lingkugan eksternal rendah atau bahkan hilang. b. Resiko Lingkungan, merupakan potensi penyimpangan hasil bahkan potensi penutupan perusahaan karena ketidak mampuan perusahaan dalam mengelola polusi dan dampak yang ditimbulkan dalam mengelola polusi oleh perusahaan. c. Resiko Sosial, merupakan potensi penyimpangan hasil karena perusahaan tidak akrab dengan lingkungan di mana perusahaan berada. d. Resiko Hukum, merupakan kemungkinan penyimpangan karena perusahaan tidak mematuhi peraturan yang berlaku. 4) Strategic Risk, merupakan resiko yang dapat mempengaruhi eksposur korporat dan eksposur strategis sebagai akibat keputusan strategis yang 25 tidak sesuai dengan lingkungan eksternal dan internal usaha. Resiko strategis dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut. a. Resiko Usaha, adalah potensi penyimpangan hasil korporat (nilai perusahaan dan kekayaan pemegang saham) dan hasil keuangan karena perusahaan memasuki suatu bisnis tertentu dengan lingkungan industri yang khas dan menggunakan teknologi tertentu. b. Resiko Transaksi Strategis, adalah potensi penyimpangan hasil korporat maupun strategis sebagai akibat perusahaan melakukan transaksi strategis. c. Resiko Hubungan Investor, adalah resiko yang berhubungan dengan potensi penyimpangan hasil dari eksposur keuangan karena ketidak sempurnaan dalam membina hubungan dengan investor, baik pemegang saham maupun kresitur.

Tidak ada komentar: