Stakeholders merupakan semua pihak baik internal maupun eksternal
yang mempunyai hubungan yang bersifat mempengaruhi maupun
dipengaruhi, bersifat langsung maupun tidak langsung oleh perusahaan.
Batasan stakeholders tersebut mengisyaratkan bahwa perusahaan hendaknya
memperhatikan stakeholders, karena mereka adalah pihak yang dipengaruhi
dan memengaruhi baik langsung maupun tidak langsung atas aktivitas serta
kebijakan yang diambil oleh perusahaan. Jika perusahaan tidak
memerhatikan stakeholders bukan tidak mungkin akan menuai protes dan
dapat mengeliminasi stakeholders (Adam C. H, 2002).
Menurut teori stakeholders, manajemen organisasi diharapkan
melakukan kegiatan yang dianggap penting oleh stakeholders. Teori ini
mengatakan bahwa seluruh stakeholders mempunyai hak untuk disediakan
informasi tentang bagaimana kegiatan organisasi memengaruhi mereka,
bahkan mereka memilih untuk tidak menggunakan informasi tersebut,
mereka tidak bisa secara langsung melakukan peran konstruktif dalam
kelangsungan hidup organisasi (Deegan, 2004).
Membantu manajemen perusahaan berarti harus mengerti
lingkungan stakeholders mereka dan melakukan pengelolaan dengan lebih efisien diantara keberadaan hubungan-hubungan lingkungan perusahaan.
Akan tetapi tujuan yang lebih luas stakeholders adalah untuk membantu
manajemen perusahaan dalam memaksimalkan nilai dari dampak aktivitasaktivitas mereka, dan meminimalkan kerugian-kerugian bagi stakeholders.
Diharapkan melalui stakeholders theory pihak manajemen
perusahaan akan memasukkan nilai-nilai moralitas dalam setiap
perencanaan dan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan aktivitas
usahanya. Berdasarkan penjelasan tersebut, semakin jelas bahwa
stakeholders theory adalah suatu pendekatan yang didasarkan atas
bagaimana mengamati, mengidentifikasi, dan menjelaskan secara analitis
tentang berbagai unsur yang dijadikan dasar dalam mengambil suatu
keputusan dan tindakan dalam menjalankan aktivitas usaha. Kemudian
dilakukan pemetaan terhadap hubungan-hubungan yang terjalin dalam
kegiatan bisnis.
Pada umumnya hal ini dilakukan sebagai upaya menunjukkan siapa
saja yang mempunyai kepentingan, terkait, dan terlibat dalam kegiatan
bisnis. Akhirnya tujuan bisnis akan bermuara pada satu tujuan yang bersifat
imperatif. Dalam arti kata bahwa bisnis harus dijalankan sedemikian rupa
agar hak dan kepentingan stakeholders dengan aktivitas dunia usaha
terjamin, diperhatikan dan dihargai (Azheri, 2011).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar