Pemasok atau supplier merupakan salah satu bagian dari rantai
pasokan yang sangat penting dan mempunyai pengaruh terhadap kelangsungan hidup suatu perusahaan. Pemasok atau supplier menjadi
pihak yang memasok bahan mentah bagi perusahaan. Apabila pemasok
kurang bertanggung jawab dalam merespon terhadap pemenuhan
permintaan bahan mentah maka akan menimbulkan masalah-masalah yang
cukup serius. Untuk itu perusahaan yang memiliki banyak pemasok harus
lebih selektif dalam memilih pemasoknya (Suciadi, 2013).
Pemasok merupakan aktivitas penting pada bagian pengadaan bahan
baku untuk mencapai keunggulan bersaing dengan perusahaan lain.
Pemilihan pemasok yang tepat pada sebuah perusahaan dapat menjamin
ketersediaan bahan baku untuk menjaga lintasan produksi (Puspitasari &
Yancadianti, 2016). Pemilihan pemasok haruslah dengan hati-hati karena
mereka dapat menjadikan dampak yang sangat positif bagi perusahaan dan
sebaliknya bisa berdampak negatif dan mendatangkan kerugian bagi
perusahaan. Maka dari itu perusahaan harus mempunyai kerja sama yang
baik dengan pemasok. Kriteria yang digunakan untuk memilih pemasok
adalah seperti kualitas, ketepatan waktu pengiriman barang atau bahan baku,
fleksibilitas, dan harga yang ditawarkan oleh pemasok tidak terlalu tinggi
sesuai dengan jangkauan perusahaan.
Menurut Paramita Silvia, dkk (2011) menjelaskan bahwa pemilihan
Supplier merupakan salah satu bagian supply chain yang sangat penting dan
berpengaruh terhadap kelangsungan hidup suatu perusahaan karena kalau
pemilihan salah maka supplier yang tidak tepat dapat mengganggu kegiatan
operasional perusahaan, sedangkan pemilihan supplier yang tepat secara
16
signifikan dapat mengurangi biaya pembelian, meningkatkan daya saing
pasar dan meningkatkan kepuasan pengguna akhir produk.
Menurut Liman Santoso (2013) mengatakan bahwa salah satu faktor
yang mendorong kelancaran sebuah proses produksi adalah keberadaan
supplier, karena fungsi supplier adalah sebagai pemasok bahan baku.
Pemilihan supplier yang yang tidak tepat dapat menyebabkan kerugian yang
tidak sedikit bagi sebuah perusahaan, seperti apabila sebuah supplier kurang
responsif dalam memenuhi permintaan maka akibatnya adalah kehabisan
maupun kelebihan bahan baku persediaan.
Selain itu, apabila lead time dari supplier panjang maka akan
menggangu proses produksi yang berakibat keterlambatan dalam proses
produksi dan juga pengiriman barang kepada konsumen. Oleh karena itu,
pemilihan supplier yang tepat dapat meminimalisir resiko yang terjadi.
Pemilihan pemasok merupakan titik masuk dari proses supply chain yang
dimulai dari pembelian material hingga mengantarkan produk ke pelanggan
(Shemshadi Ali, dkk, 2011).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar