Rantai pasokan atau supply chain merupakan suatu konsep dimana
sistem pengaturan yang berkaitan dengan aliran produk, aliran informasi,
maupun aliran keuangan. Pengaturan ini sangat penting untuk dilakukan
terkait banyaknya mata rantai yang sering terlibat dalam proses rantai
pasokan bahan baku (Emhar.dkk, 2014). Menurut Pujawan (2005)
menjelaskan pada rantai pasokan biasanya ada 3 macam aliran yang harus
dikelola. Pertama adalah aliran barang yang mengalir dari hulu (upstream)
ke hilir (down stream). Kedua adalah aliran uang dan sejenisnya yang
mengalir dari hilir ke hulu. Ketiga adalah aliran informasi yang bisa terjadi
dari hulu ke hilir ataupun sebaliknya. Suatu proses bisnis dan informasi
menyediakan produk atau layanan dari pemasok melalui proses pembuatan
dan pendistribusian kepada konsumen.
Menurut Furqon (2014) rantai pasokan secara umum berkaitan
dengan aliran dan transformasi barang atau jasa yang dimulai dari tahap
penyediaan bahan baku hingga produk akhir bisa sampai ke tangan
konsumen, yang melibatkan proses produksi, pengiriman, penyimpanan,
distribusi, dan penjualan produk untuk memenuhi permintaan. Oleh karena
itu, jika sebuah perusahaan akan meningkatkan daya saing melalui penyesuaian produk, mutu tinggi, penggurangan biaya, dan kecepatan dalam
distribusi maka perusahaan itu harus selalu memperhatikan rantai
pasokannya. Menurut Hsu, C.-W & Hu, A. H. (2009) risiko dalam sebuah
rantai pasokan dapat dikurangi secara substansial dengan cara
memanajemen pemasok, termasuk meminta pemasok untuk menyampaikan
laporan pengujian produk, pernyataan kepatuhan, dokumen deklarasi, dan
audit di tempat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar